Curah Tinggi, Rumah Warga Kebanjiran

  • Bagikan
Kediaman warga berada di aliran Way Sesah dibanjiri air hingga sedemgkul orang dewasa. Foto Dok

radarlampung.co.id – Belasan warga Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura), kebanjiran. Air berasal dari luapan air sungai berada di wilayah itu, akibat diguyur hujan akhir-akhir ini.

Debit air aliran sungai way Sesah membanjiri rumah warga hingga ketinggian dengkul orang dewasa. Akibatnya, perabotan rumah tangga basah dan harus dievaluasi ke dataran yang lebih tinggi.


Meski begitu, warga setempat tetap bertahan meski keadaan rumahnya telah tergenang air luwapan way Sesah tersebut. “Sudah bertahan sudah dua hari ini kami sekeluarga disini, karena tidak mau merepotkan keluarga, “kata Mahyuni, warga Rt 014/Rw 005, Kapling Tanjung Alam Permai, ketika dikonfirmasi tadi malam.

Baca Juga:   Musrenbang Lampura, RPJMD Harus Sesuai dengan RPJMN

Menurutnya, sampai dengan saat ini, belum ada aparat pemerintah yang datang untuk sekedar melihat keadaan warga tertimpa musibah. Selain kondisi ekonomi serba kekurangan karena hanya mengandalkan suami bekerja sebagai buruh serabutan, sementara anak-anaknya masih kecil. Sehingga rawan akan penyakit, baik itu diakibatkan bakteri maupun cuaca karena dingin.

“Ya mau gimana lagi bang, begini keadaannya. Jangan bantuan yang datang, orang pun satu tak ada yang berkunjung. Sekedar menyapa atau melihat keadaan kami disini, ” keluhnya.

Untuk itu, Ia berharap, pemerintah Lampura, melalui dinas terkait dapat peka, karena keadaan sedang sulit. “Apalagi ditambah dengan keadaan tempat kami begini, tertimpa musibah, “tambahnya.

Sementara, Yadi (45) menambahkan, daerah yang berada didaerah bantara Way Sesah nyaris daerah itu terisolir. Sebab, jalan penghubung Tanjung Harapan-Kota Alam tak dapat dilalui. Padahal, daerah itu tidak jauh berada diareal Perkantoran Lingkup Pemkab Lampura.

Baca Juga:   Bupati Lampura Tinjau Vaksinasi 1000 Dosis untuk Ibu Hamil

“Kalau musim penghujan begini, ya seperti dilihat ditempat kita terisolasi. Kalau mau jalan, harus keliling kalau tidak ya kena jebak luapan air aliran Way Sesah ini,” Tutupnya (ozy/yud)




  • Bagikan