Dalam Dua Pekan, 3 Guru Besar PTN di Lampung Tutup Usia

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Duka mendalam tengah dirasakan di dunia pendidikan tinggi Lampung. Dalam dua pekan terakhir, tiga guru besar yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Lampung tutup usia.

Pertama Prof Wahyu Sasongko, guru besar Fakultas Hukum Universitas Lampung ini tutup usia pada 28 Mei lalu di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Wahyu meninggal usai mengidap penyakit kanker dalam tubuhnya.

Menyusul beberapa hari lalu, Prof Ofyar Z. Tamin yang juga Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang tutup usia pada Rabu (9/6) lalu. Prof Ofyar yang juga merupakan guru besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Prof Ofyar diketahui mengidap penyakit Diabetes.

Baca Juga:   UTI Perguruan Tinggi Swasta Terbaik Se-Sumbagsel

Kemudian pada Sabtu (12/6), Lampung kembali berduka. Prof Sunarto, yang juga guru besar Unila ini tutup usia pada Sabtu (12/6) pagi. Prof Sunarto meninggal usai sembilan hari menjalani perawatan dalam kondisi terkonfirmasi Covid-19. Pemakaman pun dilakukan menerapkan Protokol Kesehatan ketat. Prof Sunarto dimakamkan pada Sabtu siang, di tempat pemakaman umum (TPU), Jalan Nusantara, Kecamatan Labuhanratu, Bandarlampung.

Dua guru besar Unila yang tutup usia memang menjadi kabar duka bagi Unila. Namun, Unila tak bisa berbuat banyak.

Hal itu diungkapkan Prof Asep Sukohar, Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila. Meskipun Unila memiliki target guru besar, duka mendalam turut dirasakan seluruh Civitas Unila dengan tutup usianya dua guru besar fakultas hukum tersebut.

Baca Juga:   Awas, Jangan Coba-Coba Timbun Obat dan Oksigen Medis !

“Kami berduka, tentu sangat berduka. Namun tidak seluruhnya karena Covid-19 ya. Pak Wahyu memang sudah mengidap kanker sejak lama,” beber Prof Asep, Sabtu (12/6).

Namun, tracing akan tetap dilakukan bagi siapa saja yang pernah berkontak dengan Prof Sunarto. “Kita akan tetap lakukan tracing sesuai dengan standar ya,” lanjutnya.

Menurutnya Unila memang menargetkan guru besar tahun ini mencapai 100 orang. Pihaknya pun menargetkan pengukuhan 12 guru besar dalam waktu dekat. (rma/yud)




  • Bagikan