Dalam Jeruji Besi, mampu memproduksi 150 Bungkus per Hari Roti

  • Bagikan

Laporan : Anggi Rhaisa/Radar Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Lampung melalui divisi Pemasyarakatan memang mempunyai program pelatihan dan inovasi untuk Warga Binaaan Pemasyarakatan (WBP).

Terlebih pandemi Covid-19, menuntut masyarakat umumnya untuk lebih kreatif begitu pula untuk WBP agar bisa melanjutkan hidup usai menjalani masa hukuman dari kejahatan yang pernah lakukan.

Maka, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandarlampung juga mempunyai inovasi untuk memberikan semangat berwirausaha untuk WBP melalui pembuatan Roti dan  Donat. Bahkan, mampu memproduksi setiap hari hingga 150 Roti hingga terima Pesanan dari Luar.

Rasa penasaran tersebut, membuat wartawan Radar Lampung mencoba menemui Kasubsi Sarana Kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Bandarlampung A. Mirza Kurniawan didampingi Staf Humas Lapas Narkotika Kelas II A Bandarlampung Aden Kuswira pada hari Selasa (20/10).

Berseragam Biru, petugas Lapas Narkotika Kelas II A Bandarlampung, menceritakan asal mula bagaimana munculnya keterampilan WBP yakni memproduksi pembuatan roti dan donat.

Mirza menyampaikan, Keterampilan Pembinaan Kemandirian, awalnya pada  Sabtu (22/2) diikuti sekitar 500 orang WBP, yang dipandu langsung oleh Instruktur dari salah satu Produsen dan Distributor.

“Awalnya WBP memproduksi roti isi pisang yang membutuhkan waktu tiga jam untuk sekali produksi, mereka dilatih dengan benar-benar dari nol sampai nantinya mereka ahli,”ucapnya.

Hasil produksi roti dan kue, nantinya akan didistribusikan untuk kebutuhan di dalam lapas dan diharapkan bisa diperjual belikan secara komersil.

“Setelah selesai maka Lapas Narkotika Bandarlampung dapat memproduksi sendiri untuk kebutuhan di dalam maupun di luar lapas,” tambah Mirza.

Ternyata dari Februari hingga Oktober 2020, permintaan Roti dan Donat ini semakin meningkat. Minimal, setiap harinya 150 Roti dan Donat. Mereka membuat Roti diruangan bimbingan kerja LP Narkotika II A Bandarlampung.

Dimana, Produksi perhari sekitar 150 roti dan harganya cukup terjangkau Rp5ribu/biji bahkan saat ini menerima pesanan dari luar. Dalam proses pembuatan WBP Lapas Narkotika Kelas II A Bandarlampung menggunakan alat-alat yang yang berkualitas.

“Warga binaan yang memproduksi roti telah mengikuti pelatihan selama 2 bulan (12 kali pertemuan) dan telah bersertifikat,” ujarnya.

Saat ini, WBP Lapas Narkotika Kelas II A Bandarlampung memiliki Varian nya coklat , keju, srikaya, nanas, dan duren. “Bahkan Bisa Sesuai pesanan juga,” ucapnya.

Sementara Aden juga menginformasikan bahwa Lapas Narkotika Kelas II A Bandarlampung rutin memberikan beberapa pelatihan lainnya dimasa Pandemi Covid-19 juga telah memberikan pelatihan pembuatan masker, handsanitizer dan lainnya.

“Semoga dengan beberapa memberikan keterampilan dan inovasi bagi WBP kelak bisa menjadi bekal mereka untuk melanjutkan hidupnya, meningkatkan perekonomian keluarga usai keluar dari Lapas Narkotika Kelas II A Bandarlampung  walau dalam suasana Pandemi Covid-19,” tutupnya. (gie/yud)




  • Bagikan