Dalam Usaha Jangan Monoton dan Ikuti Perkembangan Zaman

  • Bagikan

Radarlampung.co.id – Peserta ekonomi kreatif mendapat pelatihan/bimbingan teknis dan pendampingan di Pasar Kuliner Karangendah (Pakare), Kampung Karangendah, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah. Wakil Bupati Lamteng Ardito Wijaya dan Ketua DPRD Sumarsono hadir untuk memberikan pengarahan.

Ardito Wijaya berharap masyarakat bisa berusaha seiring perkembangan zaman.


“Menghadapi perkembangan zaman, kita harus tetap berusaha. Upaya promosi lewat media sosial Facebook, Instagram, Tiktok, dan lainnya harus dilakukan. Ini agar bisa meningkatkan minat masyarakat untuk pengunjung, terutama di Pakare ini,” katanya.

Sedangkan Sumarsono berpesan agar dalam berusaha jangan monoton.

“Dalam usaha harus kreatif dan jangan monoton. Ikuti perkembangan zaman agar setiap usaha ada kemajuan. Janganlah putus asa dalam usaha! Coba lagi, coba lagi! Insya Allah akan ada hasilnya,” katanya.

Baca Juga:   Sandal Tertinggal, Pembobol Rumah Terungkap

Dalam mengemas usaha ekonomi kreatif, kata Sumarsono, harus menarik sehingga punya nilai lebih.

“Kemas semenarik mungkin usaha kreatif. Misalnya pisang rebus, kalau di rumah mungkin tak ada nilainya. Kalau di hotel sudah beda. Bisa dibuat bentuk macam-macam. Begitu juga minuman kopi, bagaimana mengemasnya. Belajar branding produk itu juga penting,” ujarnya.

Kader PDI Perjuangan ini juga mengingatkan isi Trisakti yang disampaikan Bung Karno pada awal kemerdekaan.

“Trisakti yang disampaikan Bung Karno harus jadi tolok ukur. Yakni berdaulat di bidang politik, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan,” tegasnya.

Sumarsono meminta Dinas Pariwisata tak hanya menggelar pelatihan dan bimbingan teknis di Pakare.

Baca Juga:   Sembilan Masyayikh NU Usulkan Muktamar Bertepatan dengan Harlah NU Ke-96

“Saya minta Dinas Pariwisata tak hanya mengadakan pelatihan di sini. Di pelosok-pelosok kampung juga perlu. Pesertanya juga harus diikutsertakan anak muda atau kaum milenial. Biasnya kalau kaum milenial banyak ide dan lebih kreatif,” katanya. (sya/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan