Damar Catat Kekerasan Perempuan Mayoritas Terjadi di Bandarlampung

  • Bagikan
FOTO IST. FOR RADARLAMPUNG

RADARLAMPUNG.CO.ID – Lembaga Advokasi Perempuan Damar pada periode Januari–Oktober 2018 melakukan pendampingan 40 kasus kekerasan terhadap perempuan. Jumlah itu berdasarkan pendataan pengaduan langsung, sambungan telepon, dan penjangkauan langsung.

Direktur Eksekutif Damar Sely Fitriani mengatakan, kasus kekerasan berdasarkan wilayah terbesar adalah Kota Bandarlampung sebanyak 24 kasus (60%). Pada urutan kedua adalah Kabupaten Lampung Utara sebanyak 7 kasus (17,5%). Dari 40 kasus kekerasan tersebut, sebanyak 14 korban (36%) merupakan usia anak.


Data yang ada, kata dia, merupakan fenomena puncak gunung es. Artinya itu adalah data yang tampak di permukaan saja, sementara yang tidak terungkap ditengarai masih lebih besar. Menurutnya, banyak kejadian yang tidak terpantau oleh media masa atau lembaga-lembaga yang peduli terhadap permasalahan perempuan, atau tidak dilaporkan dikarena korban atau keluarga korban tidak berani melaporkan kasusnya karena takut dan malu.

Baca Juga:   Suhendar Zuber Jabat Dirut PDAM Way Rilau, Eva: Jangan Ada Lagi Keluhan Dari Masyarakat!

”Seandainya telah ada keberanian dan kesadaran dari korban atau keluarga korban untuk melaporkan tindak kriminal yang dialaminya, tentunya angka kekerasan lebih besar,” katanya dalam workshop pendampingan konseling, di Hotel Emersia, Senin (17/12). (mel/sur)




  • Bagikan