Dampak Puting Beliung di Empat Kampung : Satu Sapi Mati, Belasan Rumah Rusak

  • Bagikan
Pasukan TNI turu membantu melakukan pembersihan di wilayah terdampak bencana di kecamatan Seputihraman. Foto ist
radarlampung.co.id-Bencana puting beliung yang menerjang Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah, Minggu (17/3) menyebabkan kerugian material. Di kampung Ramadewa Seputihraman, seekor sapi milik warga mati tertimpa bangunan kandang yang roboh.
Bu Ari (40), warga Kampung Ramadewa, menyatakan sebelum angin bertiup kencang hujan turun terlebih dahulu. “Hujan deras disertai angin kencang. Awan terlihat hitam. Ada 20 menitan hujan disertai angin. Petir juga menyabar keras. Kami keluar rumah takut,” katanya, senin (18/3).
Setelah angin berhenti, kata Bu Ari, dirinya melihat Pohon sengon di belakang rumah tumbang dan kandang sapi roboh. “Pohon sengon di belakang rumah roboh. Kandang sapi juga roboh dan satu ekor sapi mati tertimpa reruntuhan kandang,” ungkapnya.
Berdasarkan data Koramil Seputihraman, ada sekitar 11 bangunan yang rusak akibat puting beliung. “Ada 11 bangunan yang rusak. Terdiri atas rumah, pura, gudang, dan kandang. Kantor Koramil juga rusak ringan,” kata Danramil Seputihraman Kapten CZI Mulyono.
Sedangkan Camat Seputihraman Eko Danarto menyatakan ada empat kampung yang terkena puting beliung.
“Ada empat kampung, yakni Ramadewa, Ramaindra, Ratnachaton, dan Ruktiharjo yang terkena dampak puting beliung. Di Ramadewa ada enam rumah, satu tempat usaha meubel, satu pura, dan satu ekr sapi. Di Ramaindra ada beberapa rumah dan bangunan yang rusak. Di Ratnacahaton banyak pohon tumbang dan banner rusak. Lalu di Ruktiharjo ada 11 rumah,” ujarnya.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, Sekkab Adi Erlansyah, dan beberapa kepala SKPD menyerahkan bantuan kepada korban puting beliung senin (18/3) sekitar pukul 16.00 WIB. (sya/wdi)

Baca Juga:   Diserang Buaya Muara, Warga Tanggamus Terluka


  • Bagikan