Dampak Puting Beliung di Panjang Utara, 21 Rumah Rusak Tersapu Angin

  • Bagikan
Nenek Sarminah (69) saat membereskan atap rumah dan kamarnya yang dihantam angin puting beliung dikediamannya di kampung harapan jaya, Panjang Selatan, Panjang, Bandarlampung, kamis pagi (5/8). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Panjang, Rabu (4/8) malam, menerjang beberapa lokasi. Hempasan angin cukup parah terjadi di Kelurahan Panjang Utara. Ya, sedikitnya 21 rumah mengalami kerusakan. Rincianya, 5 rumah mengalami rusak parah dan 16 rumah rusak ringan hingga sedang. Demikian dikabaran Lurah Panjang Utara M. Supriyadi saat di hubungi Radarlampung.co.id.

Menurutnya, kejadi terjadi sekitar pukul 21.45 WIB. Lokasi kejadian berada di Kampung Selirit, RT 05 dan 08, Lk 02. “Ya, semalam kejadiannya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ucapnya, Kamis (5/8) pagi. “Korban masih di rumah masing-masing. Terkait kerugian masih kita hitung,” lanjutnya.


Panjang Utara sendiri, kata Supriyadi, tidak memiliki riwayat angin puting beliung. “Ini baru yang pertama,” ucapnya.

Baca Juga:   Pemeriksaan Bakso Son Haji Sony Berlanjut Satu Pekan Kedepan

Sebelumnya, Lurah Panjang Selatan Suherman mengatakan, ada sekitar 15 rumah milik warganya yang rusak akibat diterjang angin puting beliung. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 22.00 WIB, saat sebagian warga sedang tertidur.

“Ada 15 rumah yang rusak, untuk paling parah milik Sarminah karena atap dan kayunya semua rusak beterbangan. Kalau rumah lainnya, hanya atap asbes yang pecah-pecah,” kata Suherman saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (5/8).

Selain merusak rumah warga, angin puting beliung juga menyebabkan beberapa pohon di wilayah Panjang tumbang. “Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, pohon tumbang juga tidak menimpa rumah warga,” kata dia.

Sementara itu, Sarminah (69), warga Panjang Selatan yang rumahnya rusak berat menyebutkan, saat kejadian berlangsung, dirinya sedang tertidur bersama anak dan cucu-cucunya. Kemudian sebagian warga ada yang berteriak-teriak: ada angin kencang langsung datang.

Baca Juga:   Temukan Titik Temu, Besok Pemkot Sampaikan Hasil Pertemuan dengan Bakso Son Haji Sony

“Saya sedang tertidur dan kemudian ada yang memanggil-manggil tidak ada hujan, ada angin kencang. Saat terbangun atap rumah saya ini sudah beterbangan dan putar-putar di atasnya,” kata Sarminah.

Nenek lima cucu ini, sempat panik dan baru menyadari tidak hanya rumahnya saja yang rusak, tetapi rumah warga lainnya juga turut rusak. Selama puluhan tahun tinggal di Panjang, Sarminah mengaku peristiwa angin puting beliung baru sekali ini terjadi. (pip/sur)




  • Bagikan