Dana Desa Tahap I, Donoarum Buka Badan Jalan Usaha Tani

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kampung Donoarum, Kecamatan Seputihagung, Lampung Tengah, merealisasikan alokasi dana desa (ADD) tahap I untuk pembangunan pembukaan badan jalan usaha tani, Minggu (11/4). Pembukaan badan jalan usaha tani ini merupakan skala prioritas.

Kepala Kampung Donoarum Purwadi mengatakan akan memaksimalkan penggunaan dana desa sesuai skala prioritas. “Sesuai anggaran pendapatan dan belanja Kampung Donoarum 2020, maka alokasi tahap I diarahkan pada pembukaan badan jalan usaha tani. Hal ini ditujukan untuk membuka akses produktivitas pertanian yang selama ini mengalami kendala karena jauhnya area pertanian dengan akses jalan utama yang dilalui kendaraan roda empat,” katanya.


Pembukaan badan jalan usaha tani, kata Purwadi, dilakukan bersama warga secara bergotong-royong. “Kita kerjakan sama-sama dengan warga. Diharapkan setelah selesainya pekerjaan ini, petani tidak lagi mengalami kesulitan ketika akan mengeluarkan hasil-hasil pertanian. Tahap ini dapat dapat dibuka jalan usaha tani dengan volume 5 x 3.500 meter,” ungkapnya.

Baca Juga:   Soal Dugaan Pelajar Diminta Lepas Jilbab untuk Foto, Disdik Lamteng Akan Klarifikasi

Kasi Pemerintahan Kampung Donoarum Heribertus Cahyadi menambahkan, realisasi dana desa juga mencakup penyelesaian pembangunan jalan onderlagh di jalan kampung yang melalui permukiman warga dengan volume 3 x 1.906 meter. Kita akan ditingkatkan pada tahun mendatang dengan pengaspalan ataupun lapen.
Kemudian pembangunan rabat beton dengan volume 104 m x 2 m x 0,1 m di area Lapangan Merdeka yang fungsi penggunaannya sebagai lokasi wisata kuliner kampung. Warga nanti bisa memanfaatkan untuk membuka tempat usaha sehingga dapat meningkatkan sumber pendapatan,” katanya.

Heribertus melanjutkan, hal ini menjadi prioritas karena sesuai dengan program prioritas Desa Tanpa Kemiskinan. “Juga pembangunan 2 buah gorong-gorong dengan volume 5 m x 0,5 m x 0,5 m di lokasi batas permukiman dan lahan pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas masyarakat petani. Di samping itu untuk kelancaran aliran air hujan dari permukiman ketika musim penghujan,” ujarnya.

Baca Juga:   Pelapor Dugaan Perusakan Rumah Oleh Oknum Bidan Tuntut Kejelasan Kasus

Setiap kegiatan pembangunan fisik, kata Heribertus, banyak menyerap tenaga kerja yang berasal dari dalam kampung dan diutamakan masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena dampak pandemi Covid-19. “Selain dana desa digunakan untuk bidang pembangunan fisik, tak kalah penting pada tahun ini pembangunan dalam bidang kesehatan masih menitikberatkan pada program penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Sesuai dengan Permenkeu Nomor 17/PMK.07/2021 wajib menganggarkan 8% dari dana desa. Pada tahap ini juga akan dilaksanakan pemberian BLT dana desa untuk 57 KPM selama 5 bulan dari 12 bulan yang dianggarkan. Tujuh bulan lagi akan dilaksanakan pada tahap selanjutnya. (rnn/sya/ang)




  • Bagikan