“Daripada Ngobrol Ngalor-ngidul Nggak Jelas, Mending di Sini”

  • Bagikan
Dahlia, wanita pengatur kendaraan di U-turn Jalan Teuku Umar, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung. FOTO TRI SUTRISNO/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Siang yang cukup sejuk, Kamis (23/9). Wanita bertubuh gempal itu berdiri di dekat U-turn, Jalan Teuku Umar, Bandarlampung. Rambut pendeknya ditutupi topi.

Tangan bergerak. Mengarahkan kendaraan yang akan putar balik untuk berhenti. Lantas ia memberi isyarat agar kendaraan dari jalur lain terus melaju.


Suara lantang terdengar. Mengingatkan pengendara agar bersabar. Sesekali, tangannya meraih uang yang disodorkan pengemudi.

Dahlia, begitu ia mengakui namanya. Wanita berusia 40 tahun asal Lampung Timur. Namun sejak empat tahun silam, ia tinggal di kontrakan di wilayah Rajabasa.

Dahlia, wanita pengatur kendaraan di U-turn Jalan Teuku Umar, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

Hujan baru saja berhenti. Cukup bersahabat bagi wanita empat anak ini untuk mengatur kendaraan.

Profesi liar dan berisiko sebenarnya. Terlebih untuk wanita. Seperti yang dilakukan Dahlia.

Baca Juga:   Kapekon Lakukan Penelusuran, Temukan Kayu Hasil Ilegal Logging di Register 39

“Nggak ada lagi yang bisa dikerjakan. Untuk menyambung hidup,” Dahlia membuka cerita.

Wanita berkulit gelap ini mengatakan, pagi hari, ia berangkat dari kontrakan. Menuju U-turn yang menjadi lokasi “kerja”.




  • Bagikan