Data Varian Baru Covid, Diskes Lampung Kirim Sampel WGS dan Pantau Gejala Pasien

  • Bagikan
Kepala Diskes Lampung Reihana. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pengendalian masuknya varian baru Covid-19 tidak hanya dengan mengirimkan sampel whole-genome sequencing (WGS) pasien terkonfirmasi Covid-19. Namun, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga memantau gejala pasien terkonfirmasi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, yang ditemui usai menghadiri Paripurna di DPRD Provinsi Lampung Rabu (23/6).

“Jadi kami mengirimkan WGS ke Litbangkes, UI (Universitas Indonesia) setiap sebulan itu dua sampai tiga kali. Alhamdulillah sampai saat ini masih negatif,” beber Reihana.

Tidak hanya itu, pantauan pada gejala pasien yang terkonfirmasi Covid-19 juga menjadi salah satu pendataan Dinkes. Menurut Reihana, sampai saat ini gejala yang dialami pasien terkonfirmasi Covid-19 di Lampung masih sama dengan sebelumnya.

Baca Juga:   Pengusaha Asal Aceh Bantu Rp2 T untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel

“Jadi gejala pasien yang ada di Lampung saat ini masih seperti gejala awal Covid-19. Berupa panas, sesak, diare muntah. Kalau delta (varian Covid-19) kan ada yang tidak ada gejala bahkan hingga meninggal,” lanjut Reihana.

Dirinya juga memastikan tidak ada peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 pada anak. Di mana varian delta sendiri kebanyakan menyerang anak. “Untuk kasus pada anak-anak tidak ada peningkatan kasus, masih biasa saja,” jelasnya.

Sementara kasus konfirmasi Covid-19 di Lampung per Rabu (23/6) bertambah 142 kasus, sehingga total menjadi 20534 kasus. Untuk kasus meninggal bertambah tujuh kasus, sehingga total kini menjadi 1134 kasus.

Kasus meninggal yang memang cukup tinggi, Reihana menyebut Lampung nomor tiga di Indonesia didominasi lansia yang diiringi dengan penyakit penyerta. Hal tersebut tergambar dari pasien konfirmasi Covid-19 yang datang dengan kondisi kormobid seperti hipertensi, jantung, dan diabetes.

Baca Juga:   Akademisi Soroti Anggaran Covid-19 di Lampura

“Kebanyakan juga, awalnya pasien datang bukan dengan keluhan Covid-19 namun keluhan kormobid. Namun karena prosedur masuk IGD harus di swab, barulah banyak diketahui ternyata terkonfirmasi Covid-19. Prosedur pengecekan swab pasien baru memang dilakukan untuk menentukan ruang untuk perawatan kalau negatif di ruang biasa, tapi kalau positif di ruang isolasi. Karena itulah tidak ada yang di covid kan, kami kan juga diaudit dan tidak mungkin rumah sakit mau mengcovid kan pasien,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan