Datangi Rycko, Wanita Perusak Baliho Minta Maaf

  • Bagikan
Wanita yang diduga merusak baliho mendatangi kediaman Rycko Menoza dan meminta maaf, Selasa (8/12). FOTO ISTIMEWA

RADARLAMPUNG.CO.ID – Wanita yang diduga merusak alat peraga (APK) pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandarlampung Rycko Menoza-Johan Sulaiman meminta maaf atas aksinya.

Didampingi keluarga, Martanti Lestari, wanita itu, mendatangi kediaman Rycko Menoza, Selasa (8/12). Pertemuan dihadiri Ketua Tim Pemenangan Rycko-Jos, Yuhadi dan pengurus Partai Golkar serta tim advokasi.

Martanti menyampaikan permintaan maaf karena merusak baliho yang terpasang di pertigaan Jalan Arjuna-Jalan Hayam Wuruk, Sawah Lama, Tanjungkarang Timur.

Ia mengaku tindakan itu spontan, tanpa pengaruh calon wali kota manapun. Itu karena ketidaktahuannya terhadap aturan dalam politik.

“Saya, Tanti atas nama pribadi mohon maaf sebesar-besarnya. Karena saya sebagai orang awam dan tidak paham politik,” kata Martanti.

Selain itu, Martanti mengaku dalam kondisi labil dan depresi pasca ibunya meninggal dunia. Ini menyebabkan dirinya terbawa emosi dan melakukan perusakan.

Ia juga mengucapkan terima kasih karena dengan kebesaran dan ketulusan hati, Rycko Menoza telah menerimanya dengan tangan terbuka. Memaafkan dirinya dan keluarga.

Wanita ini berharap, pertemuan tersebut sebagai awal yang baik untuk menjalin hubungan silatirahmi dan kekeluargaan. “Ternyata pak Rycko baik hati,” tegasnya.

Sementara Rycko Menoza mengatakan telah melupakan masalah itu. Ia memahami, aksi tersebut karena ketidaktahuan Martanti.

“Saya sebagai manusia, tentu kami memaafkan bu Tanti. Saya berani jamin tidak ada dendam atau yang lain,” kata Rycko.

Ia berharap, masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan sebagai langkah awal menjalin hubungan silaturahmi.

“Saya juga sudah meminta kepada tim advokasi untuk mencabut laporan itu,” ujarnya.

Pada bagian lain, Ketua Tim Pemenangan Rycko-Jos, Yuhadi mengatakan, pada awalnya memang tim pemenangan sakit hati karena banner Rycko-Jos dirusak.

Namun, niat baik Martanti sekeluarga datang meminta maaf menjadi sebuah akhir bahagia. Masalah ini sudah selesai secara kekeluargaan. Sekaligus mencabut laporan ke pihak yang berwenang. (rls/ais)

 




  • Bagikan