Datangkan Ust. Ahmad Al-Habsy, Pemkab Lampura Gelar Tabligh Akbar

  • Bagikan
FOTO IST. FOR RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) menggelar Tabligh Akbar dengan menghadirkan penceramah kondang Ustadz Ahmad Al-Habsy, Rabu (9/1).

Tabligh Akbar dilaksanakan di halaman Pemkab setempat, dihadiri Bupati Lampura Hi. Agung Ilmu Mangkunegara, Plh. Sekkab Lampura H. Sopyan, Ketua MUI, pimpinan Ormas Islam se-Kabupaten Lampura, para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai Kecamatan.

Agung mengatakan kegiatan ini dilaksanakan bertujuan dalam rangka mengisi qolbu, guna meningkatkan iman dan taqwa, khususnya kaum muslimin dan muslimat. Selain itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Ahmad Al-Habsy, yang bersedia hadir memberi tausiah pada tabligh akbar tersebut.

Menurut Agung, kehadiran Ustadz Ahmad Al-Habsyi di tengah-tengah masyarakat diyakini dapat menambah semangat semuanya, dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Penyelenggaraan tabligh akbar seperti ini dapat menjadi salah satu sarana membangun mental spiritual masyarakat kita semua. Pembangunan mental spiritual penting. Sebab apabila moral masyarakatnya menjadi baik, Insyaallah pembangunan di bidang lainnya juga akan terlaksana dengan baik pula,” tuturnya.

Selain tabligh akbar, sambung Agung, berbagai program pembangunan keagamaan juga terus dilaksanakan, seperti program umroh, perjalanan rohani, pemberian insentif untuk guru ngaji, pemberian bantuan kepada majelis taklim, pemberian bantuan hibah untuk pembangunan sarana ibadah, bantuan untuk kegiatan perayaan hari besar agama, dan lain sebagainya.

Dalam upaya membangun peradaban yang agamis dan bermartabat, sebagai umat muslim menurutnya tentu harus mangambil contoh dan teladan dari Nabi Besar Muhammad SAW.

“Beliau telah mengeluarkan umat manusia dari masyarakat jahiliyah yang miskin mental, menjadi masyarakat yang luhur, berakhlak, memiliki sopan santun dan tata-krama dalam pergaulan dan peradaban yang tidak suka menghujat, mencaci-maki, apalagi memfitnah, menyebarkan berita bohong, atau menyebarkan informasi yang kita sendiri belum tahu kebenarannya,” kata Agung.

Seperti halnya di Lampura, masyarakat Madinah adalah masyarakat yang majemuk, yang terdiri atas berbagai komponen etnik dan agama, piagam Madinah, yang dijadikan sebagai konstitusi tertulis dalam menata kehidupan masyarakat Madinah, dapat menyatukan seluruh komunitas dengan tetap menghargai keragaman dan kebebasan.

“Seluruh warga Madinah, tidak terkecuali juga bagi warga non muslim, memiliki kewajiban yang sama dalam mempertahankan wilayah dari setiap ancaman dan serangan dari manapun datangnya. Dengan mentaati aturan-aturan hukum, dengan kunci pembangunan adalah persatuan, kesatuan serta doa,” pungkasnya. (ozy/sur)




  • Bagikan