DBD Renggut Nyawa Bendahara Dinas Permukiman Metro

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Metro diminta lebih gencar melakukan sosialisasi terkait gejala Demam Berdarah Dengue (DBD). Ya, Sekretaris Kota (Sekkot) Metro Nasir AT menekankan agar Dinkes setempat memberi pengetahuan ke masyarakat menyangkut hal-hal berhubungan dengan DBD.

Hal tersebut menyusul adanya korban DBD yang meninggal dunia. “Saya sudah bilang ke Dinkes untuk lebih gencar lagi sosialisasi tentang DBD. Bukan lagi masalah pencegahan seperti bubuk abate, jumantik, dan lainnya. Tetapi lebih ke pemahaman, jika gejala DBD ini seperti apa, dan apa yang harus dilakukan. Misalkan, cek darah jika demam sudah lebih berapa hari, atau apa. Karena, demam biasa dengan DBD ini kan hampir sama,” tegas Nasir, di ruangannya, Rabu (13/2).

Nasir menjelaskan, korban DBD yang meninggal dunia yaitu Azhari Pamungkas, warga Mulyojati Metro Barat. Sekaligus salah satu ASN di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Metro yang dipercaya sebagai bendahara. Korban meninggal di RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung, Senin (11/2) malam lalu.

“Dari cerita pimpinannya, Kadisnya sudah berulang kali mengingatkan untuk cek darah, karena korban sudah mengeluh demam dari Senin satu minggu yang lalu. Tapi ya katanya demam biasa saja. DBD ini kan virus kalau terlambat penangannya nyawa melayang,” ujarnya.

Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mengabaikan sakit demam yang diderita. Terlebih sudah tiga hari demam tidak turun, untuk segera melakukan pengecekan darah. (rur/sur)





  • Bagikan