Dekranasda Lampung Fasilitasi Penjualan Hasil Karya Anak Berkebutuhan Khusus

  • Bagikan
Ketua Pengelola SLB Lampung, Riana Sari saat mengunjungi SLB PKK, Senin (22/7). Foto Humas Pemprov Lampung for radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Potensi hasil karya anak berkebutuhan khusus di Lampung dilirik Ketua Pengelola Sekolah Luar Biasa (SLB) Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal.

Bahkan, Istri Gubernur Lampung itu berjanji akan memberikan space khusus di Dekranasda untuk anak berkebutuhan khusus menjual hasil karyanya. Hal tersebut disampaikan Riana saat memberikan pembinaan di SLB PKK Provinsi Lampung, Sukarame, Bandarlampung, Senin (22/7).

Riana yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Pengelola SLB berjanji akan meningkatkan keterampilan dan melatih anak berkebutuhan khusus agar bisa memghasilkan karya seni yang memiliki nilai jual baik.

“Saya akan berupaya meningkatkan keterampilan dan melatih mereka agar karya yang dihasilkan benar-benar mempunyai nilai jual yang baik, sehingga bisa bersaing. Nanti akan saya berikan space khusus di Dekranasda kalau ini adalah hasil dari anak-anak SLB, bukan hanya di SLB PKK tapi seluruh SLB yang ada di Kabupaten dan Kota di Lampung harus dapat space khusus,” ujar Riana.

Dalam upaya peningkatan mutu tersebut, Riana menyakatan bisa dilakukan secara bertahap. Mulai mendekatkan pada standar pelayanan minimal, terutama dalam peningkatan potensi kemandirian siswa. Bisa juga dengan tata boga, tata busana, tata kecantikan, pertukangan kriya batik dan hantaran.

“Dalam waktu dekat ini saya akan menampung dan melatih anak-anak yang mempunyai keterampilan bisa menjahit, membatik dan membuat kue. Nanti kalau mereka sudah siap, kue tersebut setiap bulannya akan didistribusikan ke Rumah Dinas (Rumah Dinas Gubernur Lampung Mahan Agung),” tambahnya.

Terlebih, sesuai Undang-undang Nomor 20/2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa warga negara yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental, intelektual/sosial berhak memperoleh pendidikan. Di mana, Anak berkebutuhan khusus berhak memperoleh pendidikan yang layak.

“Nah kita sebagai pendidik perlu memperhatikan proses pendidikan bermutu bagi mereka. Layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tentu berbeda dengan layanan pendidikan yang biasa. Kita dituntut lebih sabar, lebih telaten dan harus lebih banyak berinovasi dalam memberikan pelayanan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SLB PKK Provinsi Lampung, Endin menyampaikan bahwa beberapa prestasi memang saat ini diraih muridnya. Di antaranya di bidang literasi dan olahraga. Ada 2 siswa akan maju ke tingkat Nasional mengikuti cabang lari 100 meter Putra tingkat SMPLB atas nama Tegar Anugrah dan SMALB atas nama Edwin Guntur.

“Anak adalah harapan dan investasi bangsa Indonesia kedepan. Untuk itu kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan support yang diberikan oleh ibu Riana,” kata Endin. (rma/rls/kyd)


Baca Juga:   Itera Siap Ikut Teliti Vaksin Covid-19


  • Bagikan