Delapan Pasien Sembuh dari Covid-19, PDP Wafat Bertambah

  • Bagikan

radarlampung.co.id-Jumlah pasien terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona (covid-19) di Provinsi Lampung hingga Minggu (12/4) belum bertambah. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Reihana mengatakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini berjumlah 21 orang.

Dengan rincian, masih dirawat 8 orang, meninggal 5 orang yaitu pasien nomor 02, 10, 15, 19, 13. Sementara pasien sembuh bertambah satu orang. Sehingga total pasien sembuh saat ini 8 orang.

“Untuk pasien sembuh nomor 01, 03, 04, 05, 06, 07, 08, 09. Kita berdoa semoga tidak ada tambahan pasien positif Covid-19 di Provinsi Lampung,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung dr. Reihana Minggu (12/4).

Namun, jumlah Orang dalam pemantauan (ODP) dan Pasien dalam pengawasan (PDP) di Provinsi Lampung terus bertambah. Per Minggu sendiri ada 2349 orang masuk ODP. Dari jumlah tersebut sebanyak 1070 orang masih dalam pantauan. Dan 1279 orang selesai dipantau dalam 14 hari.

Baca Juga:   Dalam Dua Hari, Delapan Pasien Covid-19 di Lambar Wafat

Sementara PDP total ada 50 pasien. Rinciannya yang masih dirawat di rumah sakit 25 pasien, hasil negatif 22 pasien, dan ada penambahan satu orang PDP wafat. Sehingga, PDP yang wafat kini mencapai tiga orang.

Sedangkan Satu PDP terakhir wafat pukul 02.53 Minggu (12/4). Namun, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung dr. Reihana meragukan penyematan status PDP tersebut meskipun pasien punya riwayat kunjungan ke Tangerang, Banten.

“Ada satu PDP meninggal Minggu dini hari, tapi kami masih ragu apakah PDP betul atau tidak. Saya juga sudah memperingati Dinkes Kabupaten/kota agar ikut bertanggungjawab pasien-pasien yang dikirim sebagai PDP. Karena ada aturan yang harus diikuti dalam menyematkan PDP,” ungkap Reihana.

Baca Juga:   Vaksinasi Covid-19 Bagi Masyarakat Umum di Tanggamus Tunggu Kiriman Stok Vaksin

Dia mengatakan, PDP yang wafat sebelumnya pernah ke Tangerang dan pernah menjalani perawatan di kota itu sebelum pulang ke Lampung. Namun saat mendapat perawatan di Tangerang, psaien tersebut d idiagnosa TB Paru dan Tifoid.

Pasien kemudian pulang ke Lampung, tepatnya Lampung Utara pada 7 April. Keluhan sakitnya bertambah, dan karena di Lampung Utara memiliki program dokter yang berkunjung ke pasien, saat itu dokter spesialis paru berkunjung dan menganjurkan pasien untuk dirawat di RS Ryacudu.




  • Bagikan