Demo di Polda Lampung, Mahasiswa Juga Minta Usut Kasus UBL Berdarah


Puluhan  massa aksi yang terdiri dari mahasiswa Universitas Lampung dan Politeknik Negeri lampung melakukan aksi solidaritas di halaman Polda Lampung, Rabu (2/10). Aksi damai tersebut terkait solidaritas terhadap mahasiwa yang meninggal saat aksi penolakan RUU KPK beberapa waktu lalu. Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Puluhan mahasiswa mendatangi Polda Lampung, Rabu (2/10). Kedatangan para mahasiswa tersebut menuntut pengusutan tewasnya para korban demonstrasi penolakan UU KPK dan RKUHP.

Tercatat tiga orang meninggal dunia saat berdemonstrasi. Ketiganya yakni  Bagus Putra Mahendra Siswa SMK 2 Tanjung Priok, Randy dan Yusuf Kardawi yang merupakan Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari.





Jendral Aliansi BEM Lampung Muhammad Daniel menyatakan, pihak mahasiswa meminta agar kematian ketiga demonstran tersebut diusut tuntas. Tak hanya itu, dirinya juga meminta peristiwa UBL berdarah dan Tragedi Talang Sari juga diusut tuntas.

“Hari ini kami turun karena Indonesia sedang berduka cita diketahui hingga saat ini  peristiwa UBL berdarah  itu belum juga terkuak. Maka dari itu kami minta Kapolda Lampung untuk mengusutnya sampai tuntas. semua itu belum selesai beberapa waktu lalu kembali jatuh lagi korban refrensif yang menimpa kawan kita di Sulawesi Utara dan Jakarta, dan kami mahasiswa Lampung mau Kapolda Lampung bisa menyampaikan kepada jajarannya agar tindakan refrensif yang dilakukan kepolisian itu tidak terulang lagi,” katanya, di Mapolda Lampung, Rabu(2/10).

Mahasiswa juga menuntut  Kapolda Lampung untuk memastikan tidak adanya represifitas terhadap aktivis pro demokrasi.

“Menuntut Kapolda Lampung untuk mengusut pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Lampung dan Menindak tegas  kepada pihak kepolisian di Lampung yang memberikan tindakan represifitas kepada aktifis pro-demokrasi,” tegasnya.(mel/wdi)