Demo Pilgub Juga Digelar di Pringsewu, Tolak Politik Uang!

Aksi unjuk rasa Forum Masyarakat Pringsewu menolak politik uang di Pilgub Lampung, Kamis (5/7). Foto Agus Suwignyo/Radar Lampung

radarlampung.co.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pringsewu berunjukrsa ke  kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pringsewu, Kamis (5/7).

Mereka mendesak Panwaskab/Bawaslu untuk menyelidiki dan memproses secara hukum laporan-laporan dugaan politik uang yang dilakukan oleh pasangan calon dengan nomor urut 3. Arinal-Nunik  dalam Pemilihan Gubernur Lampung 27 Juni 2018 lalu.

Peserta unjuk rasa damai mengekspresikan tuntutan mereka dalam bentuk tulisan di spanduk yang dibawanya. Diantaranya Pilgub Lampung Darurat Money Politics. Batalkan Arinal Nunik. Panwaslu Buka Kacamatamu.  Periksa Bos SGC!

Koordinator Lapangan, Haryadi mengatakan, pemilu merupakan pilar utama dari sebuah negara demokrasi. Kehendak dan kedaulatan, representasi dalam sebuah pemilu yang jujur, adil, bersih, dan bermartabat.

BACA  Densus Banyak Amankan Terduga Terorisme, Ini Penjelasan Kapolda

Sehingga mereka memutuskan menggelar aksi setelah melihat, mengamati, mengalami dan mencermati pelaksanaan Pilgub Lampung beberapa waktu yang lalu.

“Kami Forum Masyarakat Pringsewu menyatakan menolak praktik politik uang yang terindikasi secara kuat dilakukan oleh salah satu pasangan calon dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Lampung.
Selain itu juga menolak semua hasil “demokrasi” yang diindikasikan telah dikotori oleh praktik politik uang,” ungkapnya.

Mereka juga mendesak DPRD Lampung untuk membentuk Pansus dan menyelidiki dugaan praktek politik uang yang terjadi termasuk menyelidiki hubungan serta dugaan aliran dana dari perusahaan Sugar Group (SGC) kepada pasangan calon gubernur nomor urut 3 (Arinal-Nunik).

BACA  Ingin Menolong Orang Tuanya, Warga Korban Penggusuran Ini Justru Dipukul Oknum Pol PP

“Untuk itu kami meminta kepada pemerintah untuk menunda penetapan dan pelantikan pasangan calon
gubernur nomor urut 3 (Arinal-Nunik) sebagai Gubernur dan wakil gubernur terpilih sampai Pansus selesai menjalankan tugasnya. Dan apabila dugaan politik uang tersebut terbukti, maka kami mendesak pemerintah untuk melakukan Pilgub ulang,” pintanya.

Pemerintah juga di desak untuk melakukan penguatan sistem pemilu dalam hal ini
adalah aturan dan penegakan aturan yang jelas dan tegas.

“Sehingga terwujud pemilu yang
bermartabat. Harapan kami agar pemilu sebagai pilar utama demokrasi dari-oleh dan untuk rakyat tidak lagi dibajak oleh kepentingan kelompok-kelompok
atau korporasi-korporasi tertentu,” ujarnya.

Pengunjuk rasa melalui salah satu aktifisnya Hertanto dari pengeras suara meminta komisioner Panwaslu Pringsewu keluar untuk menemui mereka. Namun berulang kali di minta Panwaslu tak juga keluar. Tapi akhirnya didapat jawaban bila komisioner Panwas sedang dalam perjalanan menuju kantor untuk menemui pengunjuk rasa.

BACA  Titik dari Sebuah Berita

Menanggapi tuntutan pendemo, Ketua Panwaslu Pringsewu, Aziz di dampingi anggotanya Fatkul Arifin mengatakan, berkomitmen sesuai tugas dan kewenangan sebagai Panwaslu Kabupaten Pringsewu dalam menindak lanjuti setiap laporan dari masyarakat.

“Jadi, dari laporan laporan sudah kami proses melibatkan Gakkumdu didalamnya ada kepolisian dan kejaksaan. Sehingga  saat ini masih dalam proses. Tidak ada yang kami sepelekan sampai nanti pada ada hasil seperti yang diinginkan,” janjinya. (mul/sag)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here