Dewan Desak Hentikan Proyek Hotel Mercure, PT WKC Akui Lalai

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Komisi III DPRD Bandarlampung menggelar hearing bersama PT Istana Lampung Raya (Honda) dan PT Wijaya Kusuma Contractors (WKC/pemborong proyek hotel Marcure) yang berada di Jl. Raden Intan, Bandarlampung, Rabu (23/1).

Hearing yang berlangsung di ruang rapat utama DPRD Bandarlampung tersebut membahas laporan PT Istana Lampung Raya (PT ILR) terkait seringnya puing-puing pembangunan hotel Marcure jatuh ke areanya. Hearingyang dipimpin Agusman Arief itu diikuti Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Bandarlampung Yustam Effendi bersama jajaran, serta Kabid Binakarya Dinas PU Bandarlampung Supardi.

Tercetut, Komisi III bersama Disperkim dan Dinas PU sepakat meminta pemberhentian sementara proyek Mercure dengan kontraktor PT Wijaya Kusuma.

Baca Juga:   Delapan Reklame Ditempel Stiker Tak Bayar Pajak dan Terancam Ditebang

Yustam menuturkan, pihaknya mendukung apa yang diputuskan pimpinan rapat dan anggota komisi III mengenai penutupan sementara proyek Mercure.

“Saya sangat mendukung putusan pimpinan rapat dan komisi III untuk menutup sementara proyek Mercure. Harapannya segera DPRD buat surat ke Pemkot. Kami pun akan rapat internal pemkot, karena ini tidak hanya membahayakan PT Istana Lampung Raya, tapi juga masyarakat,” ujarnya dalam rapat.

Senada, Supardi menyarankan pihak PT WKC meningkatkan keselamatan kerja. Menurutnya bila kejadian telah berulang, bisa mengarah unsur kesengajaan.

“Keselamatan kerja sangat riskan, perlu kita perhatikan langkah kerjanya, apa lagi selaku manager tentu banyak pengawas. Perlu dikasih arahan dan pengertian kepada anggotanya, saya pun sepakat diberhentikan sementara,” ucapnya di dalam rapat.

Baca Juga:   Bandarlampung Pertahankan Penghargaan KLA Kategori Madya

Di akhir rapat, Agusman selaku pimpinan rapat dari Komisi III DPRD Bandarlampung mengambil kesimpulan untuk memberhentikan proyek Mercure, sampai keselamatan kerja yang diterapkan baik.

“Tanggapan dari pihak terlapor telah mengakui kelalaian prosedur K3 keselamatan kerja yang harusnya zero insiden. Maka saya putusan kesimpulan rapat melakukan pemberhentian sementara proyek Marcure sampai persoalan keselamatan kerjanya masuk kategori baik,” ucapnya.




  • Bagikan