Dewan Kopi Pusat Dukung Pengusaha Rangkul Petani Hasilkan Kopi Premium

  • Bagikan
Pembina Dewan Kopi Pusat Nuril Hakim Foto bersama karyawan D'MC coffee. Nuril mendukung langkah pengusaha Lampung yang merangkul petani kopi lokal. Foto Rima Mareta/radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Pembina Dewan Kopi Pusat, Nuril Hakim mendukung langkah pengusaha untuk merangkul petani kopi lokal dari Lampung. Hal itu dikataanya saat Grand Opening D’MC Cofee di Jalan Gatot Subroto, Telukbetung Selatan (TbS), Bandarlampung, Senin (29/7).

”Kami sangat apresiasi karena D’MC Coffee ini dari awal mulai sampai banyak cabangnya hingga keluar kota. Temasuk juga tersedia di berbagai Bandara hingga ada niatan mau buka cabang di Makkah menggunakan kopi yang berasal dari Petani di Lampung. Kami sangat mendukung langkah ini, karena ini dapat membantu kesejahteraan petani kopi di Lampung,” kata Nuril dalam kesempatan itu.

Pria yang pernah menjadi Ketua Asosiasi  Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Lampung mulai 1985-2005 hingga menjadi Wakil Ketua Umum AEKI Pusat ini menambahkan, sebaiknya berbagai coffee shop di Lampung yang dimiliki putera daerah haruslah menggalakkan penggunaan kopi Premium dari Lampung untuk dijajakan dalam usahanya. Seperti yang dilakukan D’MC Coffee.

”Kami bangga, bahwa ini coffee shop khusus milik putera daerah Lampung yang sudah mulai menggalakkan kopi premium khusus kopi Lampung. Kan kita semua tahu kopi Lampung ini sudah terkenal di mana-mana. Bahkan Ibu Megawati Soekarno Puteri waktu menjabat sebagai presiden telah meresmikan bahwa Lampung merupakn daerah etalase kopi robusta.” sambungnya.

Apalagi di Lampung saat ini bukan hanya di Talangpadang Pringsewu, Pulau Panggung Lampung Selatan namun juga Lampung Barat menjadi pusat penghasil kopi terbaik dari Lampung.

“Lambar ini telah didukung pemerintah pusat dan semuanya sudah setuju untuk kita kembangkan. Nah bagaimana kita saat ini meningkatkan produktifitas dan kualitas kopinya. Karena ini perlu peranan pemerintah dan asosiasi dalam memberikan kemudahan sarana prasana, pendidikan pada petaninya,” tambah Nuril.

Untuk kemudian petani juga bisa mendapatkan kesejahteraan mulai kesehatan, pendapatannya hingga bisa termotivasi untuk menanam kopi terbaik di Lampung. Sehingga kopi Lampung menjadi unggulan. (rma/kyd)


Baca Juga:   Naik 18,8%, Kredit Komersial Sumbang Pertumbuhan Kredit bank bjb Triwulan II 2021


  • Bagikan