Dewan Lamtim Desak OPD Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan

  • Bagikan
Persetujuan LPPA 2020 Lamtim. Foto Dwi/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Timur memberikan persetujuan terhadap rancangan peraturan daerah tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD (LPPA) tahun 2020.

Perstujuan itu diputuskan melalui rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Ali Johan Arif, Rabu (16/6).

Saat menyampaikan laporan pembahasannya, anggota Badan Anggaran DPRD Lamtim Gunardi menyatakan, dari hasil pembahasan nilai sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2020 mencapai Rp137,42 miliar.

Menurutnya, tingginya Silpa itu antara lain disebabkan sebagian besar organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengalokasikan anggaran tidak sesuai kebutuhan. “Ke depan agar Silpa tidak tinggi diharapkan seluruh OPD menyesuikan usulan anggaran sesuai kebutuhan,” kata wakil rakyat dari Fraksi PKB ini melalui rapat paripurna yang dihadiri Bupati M. Dawam Rahardjo, Wakil Bupati Azwar Hadi, dan jajaran.

Baca Juga:   Rutan Sukadana Usulkan 171 Warga Binaan Dapat Remisi, 1 Langsung Bebas

Hasil pembahasan Badan Anggaran itu mendapat persetujuan dewan untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Kesempatan yang sama Bupati Lamtim M. Dawam Rahardjo memberikan apresiasi atas persetujuan dewan terhadap Raperda LPPA 2020. “Ada banyak situasi yang berkembang dalam pembahasan. Namun, ketika keputusan telah diambil maka selayaknya harus diterima dengan lapang dada,” kata M. Dawam.

Lebih lanjut M. Dawam menyatakan akan menindaklanjuti saran dewan demi kemajuan Lamtim ke depan menjadi lebih baik lagi.

Diketahui sebelumnya, pendapatan Kabupaten Lampung Timur tahun 2020 terealisasi Rp2,07 triliun atau 96,35 persen dari proyeksi.

Itu diungkapkana Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi melalui rapat paripurna tentang penyampaian laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD (LPPA) tahun 2020, Rabu (2/6).

Baca Juga:   Warga Lamtim Sembuh Dari Covid-19 Bertambah 73

Menurutnya, pendapatan itu bersumber dari pendatan asli daerah (PAD) yang terealisasi Rp157,81 M (94,64%), Dana transfer Rp1,80 triliun (96,30 %), serta lain-lain pendapatan yang syah Rp109,56 (99,77 %).

Dilanjutkan, pada tahun 2020 belanja terealisasi Rp2,12  triliun atau 92,79 % dari proyeksi. Itu terdiri dari belanja operasional Rp1,86 T (92,79 %), belanja modal Rp256,8 M (80,05 %), belanja tak terduga Rp82,22 juta (1,64 %), dan belanja transfer Rp5,79 M (98,44 %).

Ditambahkan, berdasarkan realiasi pendapatan dan belanja tersebut maka tahun 2020 terdapat sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) sebesar Rp137,42 miliar. (wid/sur)




  • Bagikan