Di Bulan Mei, Lampung Alami Inflasi 0,15 Persen, Ini Detilnya

  • Bagikan
Kepala BPS Lampung Faizal Anwar. Foto Ruri Setiauntari/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Komoditi ikan kembung memberikan andil inflasi terbesar di Provinsi Lampung sebesar 0,0345 persen. Hal itu berdasarkan paparan dari Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Rabu (2/6).

Kepala BPS Provinsi Lampung Faizal Anwar menjelaskan, hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi kecuali kelompok pendidikan yang tidak mengalami perubahan.

“Pada Mei 2021, Lampung mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok kesehatan yang mengalami inflasi sebesar 0,88 persen, disusul dengan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,48 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,30 persen,” ujarnya.

Sedangkan, lanjutnya, andil inflasi dan deflasi menurut komoditas barang dan jasa pada Mei 2021, yang mengalami inflasi ada pada komoditas ikan kembung sebesar 0,0345 persen disusul cumi-cumi, petai, jeruk dan tarif dokter spesialis. Sementara, komoditas barang dan jasa yang mengalami deflasi yaitu bawang merah, ikan patin, cabai hijau, cabai rawit dan cabai merah. Di mana, komoditas tersebut biasanya memberikan andil cukup besar, tapi pada bulan Mei dapat ditekan harganya sehingga mengalami deflasi.

Baca Juga:   Kabar Duka, Guru Besar Unila Wafat

“Inipun menunjukkan, antisipasi bulan Mei 2021 tentang stok penyediaan barang dapat dilakukan dengan baik, sehingga tidak terjadi lonjakan yang tidak diharapkan. Karena kita ketahui cabai rawit dan cabai merah mrupakan dua komoditas yang cukup dominan dikonsumsi di Provinsi Lampung,” pungkasnya. (rur/wdi)



  • Bagikan