Di Hari Kedua, Angkat Berat Rebut 2 Emas

  • Bagikan
Sri Hartati lifter Lampung yang turun di kelas 57 Kg saat melakukan angkatan dead lift. Ia menyumbangkan medali emas untuk Lampung. Foto Rizky Panchanov/Radarlampung.co.id
Sri Hartati lifter Lampung yang turun di kelas 57 Kg saat melakukan angkatan dead lift. Ia menyumbangkan medali emas untuk Lampung. Foto Rizky Panchanov/Radarlampung.co.id

Randarlampung.co.id – Tampil di hari kedua, cabang olahraga (cabor) angkat berat Lampung langsung meraih dua medali emas, satu perak, dan satu medali perunggu untuk Lampung di PON XX Papua.

Emas didapatkan dari Sri Hartati di kelas 57 kilogram (Kg) putri dan Robi Sujanto di kelas 83 kg putra di pertandingan yang diselenggarakan di auditorium Universitas Cendrawasih, Kota Jayapura, Papua, Selasa (12/10).


Sedangkan Noviana Sari di kelas 63 Kg putri mendapatkan perak. Dan Doni Meiyanto lifter Lampung di kelas 74 Kg harus puas dengan perunggu.

Robi Sujanto membukukan catatan dengan total angkatan 830 Kg. Ia mampu mengalahkan lifter Riau, Hendri yang mendapat total angkatan 797,5 Kg yang harus puas meraih medali perak. Sedangkan Lamdoras Situtu lifter Sumatera Barat menempati posisi ketiga dengan angkatan total 775,0 kg.

Baca Juga:   Gubernur Usulkan Gaji Atlet, Dewan: Setuju, Agar Tidak Pindak ke Daerah Lain

Dengan hasil ini, cabor angkat berat menyumbangkan tiga medali emas, dua perak, dan empat perunggu.

Ditemui setelah pengalungan medali, Robi Sujanto mengaku ini merupakan medali emas pertamanya dari tiga kali ia ikut perhelatan PON.

“Ini emas pertama saya. Sebelumnya saya mendapat perunggu di PON Kaltim tahun 2008 dan PON Riau tahun 2012 saya mendapat perak,” ujar pria berkepala plontos ini.

Robi mempersembahkan emas tersebut untuk keluarganya.

Sedangkan Anna Maria pelatih tim angkat berat Lampung menjelaskan, perolehan medali cabor angkat berat di PON kali ini menurun. Sebab di PON Jawa Barat, angkat berat mendapatkan empat medali emas.

“Ditanya kecewa pasti kecewa lah ya karena perolehan medali kita turun. Tapi hasil ini, kita sudah berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.

Baca Juga:   Gubernur Usulkan Gaji Atlet, Dewan: Setuju, Agar Tidak Pindak ke Daerah Lain

Menurutnya, turunnya perolehan medali ini tidak lepas dari pengaruh pandemi Covid-19. “Pandemi ini tidak ada kegiatan, anak-anak jenuh jadi kesiapan mereka tidak maksimal,” ujarnya.

Anna yang juga ketua Pabersi ini berharap ke depan mulai ada banyak kejuaraan lagi. “Kita sih harapkan mulai ada kegiatan normal lagi. Kejuaraan dunia dan nasional diadakan lagi. Jadi anak-anak bisa semangat lagi,” tandasnya. (*/sur)




  • Bagikan