Di Kepemimpinan Harmonis Siaga Putra, KPTR RPM Raih Penghargan Tingkat Provinsi dan Nasional

  • Bagikan
Di Kepemimpinan Harmoni, KPTR RPM Raih Penghargan Tingkat Privinsi dan Nasional. FOTO IST.

RADARLAMPUNG.CO.ID – Momen Hari Koperasi Nasional merupakan kenangan manis bagi Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Raja Pemuka Manis Waykanan. Betapa tidak, karena di Era Revolusi Industri 4.0, KPTR RPM Waykanan mewakili Lampung meraih predikat koperasi berprestasi dari Kementerian Koperasi dan UKM RI dengan Kategori Koperasi Produsen terbaik tahun 2019.

Predikat koperasi berprestasi sebagai produsen tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Nomor 27, tanggal 5 Juli Tahun 2019. Dengan prestasi tersebut KPTR Raja Pemuka Manis dianugerahi tropi dan piagam penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.

“Syukur alhamdulillah koperasi kita meraih penghargaan dari Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia dengan kategori Koperasi produsen berprestasi tahun 2019,” kata Ketua KPTR Raja Pemuka Manis Waykanan Harmonis Siaga Putra, S.Sos., M.Si., belum lama ini.

Dengan telah diraihnya penghargaan tersebut, dia berharap pihaknya bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan, terutama perkoperasian di Lampung. Harapan itu menurut Harmonis bukan tanpa alasan, mengingat koperasi yang dia bina selama ini sudah memiliki persyaratan yang cukup, baik secara administrasi maupun teknis.

Selain itu, KPTR Raja Pemuka Manis merupakan satu satunya Koperasi Petani Tebu di Kabupaten Waykanan, dan sudah mendapat predikat sebagai koperasi terbaik tingkat nasional.

Ke depan, lanjut Harmonis, strategi pengembangan usaha koperasi dapat dipertajam dengan jaringan kerjasama dan keterkaitan usaha antar koperasi. Bukan hanya keterkaitan organisasi tetapi pada potensi untuk dikembangkan, yaitu kerjasama antar koperasi primer dengan primer, serta sekunder.

Dan, harapannya KPTR Raja Pemuka Manis binaannya mampu berkembang, karena ini merupakan salah satu kunci keberhasilannya yakni spesialisasi kegiatan usaha koperasi.

“Dengan dimulainya era revolusi industri 4.0, tantangan baru yang dihadapi perkoperasian di Indonesia terasa semakin kompleks dan rumit, termasuk KPTR Raja Pemuka Manis. Hal ini disebabkan adanya perubahan gaya hidup generasi milenial yang begitu cepat dan tidak menentu (disruptif), dan kami telah siap menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.

Harmonis berupaya koperasi yang ia pimpin mampu beradaptasi dengan lingkungan. Sehingga tidak tergilas oleh adanya perubahan lingkungan. Karena koperasi era revolusi industri 4.0 juga harus mampu beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang senantiasa dinamis tersebut.




  • Bagikan