Di Lampung, 477 Anak Kehilangan Orang Tua Karena Covid-19

  • Bagikan
COVID-19 BARU
ILUSTRASI/FOTO WWW1.RACGP.ORG.AU

Radarlampung.co.id – Sebanyak 477 anak di Lampung kehilangan orang tuanya selama pandemi Covid-19. Data dari Dinas Sosial Lampung menyebutkan, dari 477 anak yang tersebar di 15 kabupaten/kota se-Lampung ini tercatat sebanyak 224 anak kehilangan ayah (yatim), 238 anak kehilangan ibu (piatu), dan 15 anak kehilangan keduanya (yatim piatu).

Kepala Dinas Sosial Lampung Aswarodi mengatakan, data tersebut bersifat dinamis. Pihaknya menerima laporan langsung dari lapangan.


“Data ini berdasarkan laporan dari kabupaten/kota. Datanya dinamis dan dapat berubah tergantung dengan laporan yang masuk,” ungkap Aswarodi.

Dari data yang dihimpun dari Dinas Sosial Lampung, daerah yang paling banyak ditemukan berstatus yatim, piatu, atau yatim piatu Lampung Tengah. Di mana ada 152 anak kehilangan orang tuanya, 65 di antaranya berstatus yatim, 82 anak piatu, dan yatim piatu lima anak.

Disusul Pringsewu, dengan total 96 anak kehilangan orang tuanya. Sebanyak 49 anak yatim, 44 anak piatu, dan tiga anak yatim piatu. Tulangbawang total ada 52 anak kehilangan orang tuanya. Di antaranya 20 anak yatim dan piatu 32 anak piatu.

Baca Juga:   Bioskop Mulai Buka, Ini Aturan yang Harus Diikuti Pengunjung

Kemudian Mesuji, dengan total 40 anak kehilangan orang tuanya. Untuk anak yatim 15 anak, dan piatu 25 anak.

Pesawaran total ada 23 anak, sebanyak 15 anak menjadi anak yatim dan delapan anak piatu. Lampung Barat, secara keseluruhan ada 23 anak. Untuk anak yatim 8 anak, piatu 14 anak, yatim piatu satu anak. Sementara Tanggamus ada 21 anak, 13 di antaranya menjadi anak yatim 13 anak dan piatu delapan anak.

Tulangbawang Barat total keseluhan ada 19 yang kehilangan orang tuanya. Sebanyak 11 anak yatim, piatu 6 anak, dan yatim piatu dua anak. Untuk di Lampung Selatan total keseluruhan 15 anak, yatim ada 8 anak dan piatu tujuh anak.

Di Bandarlampung, total 12 anak kehilangan orang tuanya, dari data tersebut anak yatim tujuh anak, piatu empat anak, dan yatim piatu satu anak.

Lampung Timur total 10 anak, enam di antaranya anak yatim, piatu dua anak dan yatim piatu dua anak. Pesisir Barat total enam anak, yatim tiga anak, piatu tiga anak.
Waykanan tiga anak, terdiri dari dari yatim satu anak, piatu dua anak. Lampung Utara total tiga anak, yatim tiga anak, piatu satu anak Metro total dua anak, yatim satu anak, yatim piatu satu anak.

Baca Juga:   Dapat 4 Medali, Kick Boxing Lampung Masuk 3 Besar

Mengenai hal ini, Dinas Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung menyebut Pemprov Lampung sepakat membentuk tim pendataan anak yang terdampak Covid-19.

“Kami membuat tim bersama Dinsos, Disdukcapil dan akan menggandeng Dinas PMD untuk sepakat buat tim bersama agar aparat wilayah terlimbat untuk membantu pendataan. Ini penting ya, karena perlu dipadukan dengan Nomor KTP,” ungkap Kepala Dinas PPPA Lampung Fitrianita Damhuri.

Harapannya tidak hanya bagi anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19 saja yang didata. Melainkan seluruh anak. “Sehingga jika secepatnya terdata maka secepatnya bisa mendapatkan asuhan alternatif, sehingga anak tidak terlantar,” ungkap Fitrianita.

Untuk pola asuhan juga, lebih diarahkan untuk dapat diasuh oleh kakek/nenek, keluarga terdekat, atau bisa juga adopsi hingga jalan terakhir Dinas Sosial menyiapkan panti untuk anak-anak tersebut. (rma/sur)




  • Bagikan