Di Rapat Tahunan, KONI Lampung Ingatkan Target 10 Besar di PON

  • Bagikan
Ketum KONI Lampung Prof Yusuf Barusman saat membuka rapat tahunan. FOTO HUMAS KONI

RADARLAMPUNG.CO.ID – Komiter Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung menggelar rapat tahunan di Hotel Radisson, Kamis (3/12). Rapat tahunan dibuka Ketum KONI Lampung Prof Yusuf Barusman dengan mengangkat tema Sukses Pembinaan dan Prestasi Olahraga Lampung.

Rapat tersebut dihadiri 58 cabang olahraga (cabor) dan KONI kabupaten/kota di Lampung dengan 205 peserta.

Dalam sambutannya, Yusuf Barusman kembali menegaskan target Lampung di PON Papua 2021 adalah masuk 10 besar dan menjadi tujuan utama pembinaan yang dilakukan selama ini.

Ia berharap kerjasama antara pengurus KONI dan cabor bisa berjalan dengan baik, sehingga target dapat tercapai. “Kami mohon kepada cabang olahraga, jangan menganggap kami mengambil alih pembinaan. Tetapi untuk atlet PON adalah tugas kami, KONI Provinsi. Mari kita sama-sama membina atlet agar bisa berprestasi,” kata Barusman.

Rektor UBL ini juga meminta anggota rapat baik KONI maupun cabor untuk bisa melahirkan ide dan program kerja yang bisa meningkatkan mutu pembinaan, baik bagi para atlet maupun organisasi.

“Rapat Anggota Tahunan 2020 menjadi awal dari persiapan kita untuk mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun depan. Sehingga harus bekerja keras, dengan demikian apa yang menjadi tujuan bisa tercapai,” pintanya.

Ketua Harian KONI Lampung Hannibal
menambahkan, rapat tahunan ini harusnya sebelum Desember. Namun karena pandemi terpaksa diundur. Rapat tahunan menjadi agenda penting sebab untuk menentukan program kerja kedepan.

Hannibal mengingatkan tugas KONI hanya satu kata yakni prestasi. “Tapi walaupun satu kata sulitnya minta ampun untuk mengejar prestasi. Minimal lima tahun baru kita dapat prestasi,” ungkapnya.

Hannibal memaparkan untuk cabor yang lolos ke PON dari total 58 cabor, hanya 23 saja yabg lolos dengan total 137 atlet. Jumlah itu kecil menurutnya dibanding dengan provinsi lain. “Nah ini perlu perjuangan yang keras di olahraga kita harus betul-betul. Bukan hanya atletnya, pengurusnya juga ikut bertarung dengan mempersiapkan sarana dan prasarana,” katanya.

Di PON Jabar 2016 lalu, kata Hannibal, Lampung hanya berhasil finish di posisi 15. Sedangkan di PON Riau 2012 Lampung berada diurutan ke 12.

“Tapi ingat kita juga pernah empat kali berturut-turut berada di lima besar. Sekarang posisi kita terjun bebas. Nah pak gubernur sudah mencanangkan mengembalikan kejayaan olahraga Lampung. Ini perlu kerja keras,” tandasnya. (nca/sur)





  • Bagikan