“Dia Melototin, Saya Emosi, Spontan Menusuk”

  • Bagikan
Reka ulang pembunuhan Poniran (60), warga Jalan Minak Sangaji, Sumberrejo, Kemiling di Mapolresta Bandarlampung, Selasa (23/6). Kegiatan tersebut menghadirkan tersangka Dedi Muriadi dan beberapa saksi. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Sebanyak 14 adegan diperagakan dalam reka ulang kasus pembunuhan terhadap Poniran (60), warga Sumberrejo, Selasa (23/6). Kegiatan yang berlangsung di Mapolresta Bandarlampung ini menghadirkan tersangka Dedi Muriadi (43), dan beberapa saksi.

Pada adegan tersebut terlihat Dedi membawa pisau dari rumahnya. Senjata tajam itu akan digunakan untuk mengancam Wagini (40), sang istri yang sedang cecok dengannya.


Saat itu, Wagini tidak mau diajak pulang. Ini tergambar pada adegan 4 dan 5. Adegan keenam, wanita itu mendatangi Poniran, tetangganya, yang sedang memotong talas.

Poniran berniat melerai. Namun Dedi salah paham dan menikamnya. Lelaki itu terjatuh bersimbah darah di Jalan Minak Sangaji, Sumberejo, Bandarlampung.

Baca Juga:   Bareskrim Polri dan Kementerian DLH Selidiki Limbah Hitam di Laut

Dedi mengatakan, pembunuhan yang terjadi Minggu (3/5) lalu, dipicu rasa emosi. “Waktu saya lewat depan rumahnya, dia (Poniran, Red) melototin. Saya lagi emosi, spontan menusuk dia,” kata Dedi.

Dedi empat kali menikam Poniran. “Saya tusuk perutnya. Pas saya tusuk itu, dia mau lari. Dia balik badan dan saya tusuk lagi punggungnya,” ujarnya.




  • Bagikan