”Dia Tidak Pernah Panggil Saya Pak Bupati”  

  • Bagikan
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat takziah dikediaman almarhum Camat Bandarnegeri Suoh Selamat Purwoko, Rabu malam (1/5). FOTO EDI PRASETYA/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Wafatnya Camat Bandarnegeri Suoh (BNS) Selamat Purwoko menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat dan jajaran Pemkab Lampung Barat. Tidak terkecuali Bupati Parosil Mabsus.

Ia mengaku mendapat firasat sebelum menerima kabar duka tersebut. Ini diketahui saat ia hendak menuju Bandarlampung. Saat itu, Parosil berpamitan dengan ibunya. Namun meski sudah beberapa kali, sang ibunda tidak menjawab.

Ini menimbulkan tanda tanya. Namun begitu, Parosil tetap berangkat menuju Bandarlampung. Sekitar pukul 13.30 WIB, ia mendapat kabar bahwa Selamat Purwoko meninggal dunia. ”Saya mendapat kabar dia (Selamat Purwoko) meninggal. Ternyata ini jawaban kenapa ibu tidak menjawab saat saya pamit. Saya harus kembali ke Lampung Barat,” kata Parosil.

Baca Juga:   Jaga Suasana Kondusif Dalam Pilratin!

Ia mengakui, Selapur—sapaan akrab almarhum Selamat Purwoko—merupakan salah satu pejuangnya saat pilkada 2017 lalu. “Saya bisa dipanggil pak bupati seperti sekarang ini, salah satunya kerja keras almarhum. Dia ikut berjuang menyukseskan langkah saya saat itu,” kenang Parosil.

Ditambahkan, beberapa hari lalu, Selapur sempat bertemu dengan dirinya di RSUD Alimudin Umar dalam rangka menghadiri acara kebangsaan. Bahkan almarhun sempat mengaku banyak yang ingin disampaikan kepada dirinya. Namun karena padatnya agenda, Parosil tidak sempat menanggapi.

”Karena kedekatan saya dengan almarhum, setiap kesempatan dia selalu memanggil dengan sapaan Pak Cik. Tidak pernah beliau memanggil saya pak bupati,” ujarnya.

Lebih lanjut Parosil berdoa semoga almarhum Selamat Purwoko mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT. ”Atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah daerah, izinkan saya menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Maafkan segala salah dan khilaf almarhum. Kalau ada janji atau hutang piutang yang berkaitan dengan almarhum, mohon diikhlaskan,” tegasnya.

Baca Juga:   Kasus Pertama, Nakes di Lambar Meninggal Akibat Covid-19

Diketahui, Selamat Purwoko meninggal dunia di RSUD Alimudin Umar sekitar pukul 13.15 WIB, Rabu (1/5) karena penyakit jantung yang dideritanya. Almarhum disemayamkan di rumah duka dan akan dikebumikan di TPU Kampungbaru, Pekon Kubuperahu, Kecamatan Balikbukit, Kamis (2/5). (din/ais)

 




  • Bagikan