Diatas Angin, Lagi Majelis Tolak Laporan Herman HN-Sutono

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Selain menolak laporan pasangan M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri. Majelis Hakim juga menolak laporan pasangan Herman HN-Sutono, yang melaporkan hasil dugaan money politik Paslon nomor tiga Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim.

Hasil Pelanggaran Administrasi TSM Bawaslu Provinsi Lampung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung nomor tiga Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim tak terbukti.

Keputusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim pemeriksaan Fatikhatul Khoiriyah yang menyatakan Paslon Arinal-Nunik tidak terbukti secara sah TSM dalam Pilgub Lampung 2018.

Atas putusan Majelis Hakim pemeriksaan tersebut, Kuasa hukum pelapor dua, Herman HN-Sutono, Leninstan Nainggolan mengatakan, dalam persidangan tadi, Majelis Pemeriksaan menyatakan bahwa laporan pihaknya tidak diterima.

Baca Juga:   Catat, Ini Penjelasan Divre IV Tanka Soal Kartu Vaksin dan Syarat Naik Kereta

“Untuk itu kami dengan tegas meminta dicatat alasan keberatan kami, maka dari itu kami akan lapor ke Bawaslu Pusat,” ujarnya di kantor Sentra Gakkumdu Lampung, Kamis, (19/7).

Leninstan menyebutkan, pertimbangan Majelis Hakim mengandalkan keterangan saksi. Padahal, peristiwa pembagian atau pemberian uang itu benar terjadi.

“Tapi hanya terkendala oleh saksi terlapor dan pelapor banyak yang lari, jadi tidak bisa dihadirkan. Jadi kayanya ini modus. Jadi, pertimbangan Majelis itu tidak sesuai pada saat asas persidangan, salah satu yaitu kesaksian di Kabupaten Pringsewu, bahwa saksinya merasa terancam,” paparnya.

Maka dari itu, pihaknya sedang menunggu dari MK yang prosesnya sedang berjalan.”Yang peting kami ini keberatan atas putusan ini dan akan kami ajukan ke Bawaslu Pusat, nantikan itu diberikan waktu tiga hari, setelah putusan diterima. Besok jam 10 kita sudah terima putusannya, maka kami akan membuat memori keberatan dan akan kita ajukan lagi ke Bawaslu Pusat,” kata dia.

Baca Juga:   RS Darurat Asrama Haji Rajabasa Siap Digunakan Pekan Depan

“Kalau ada bukti tambahan nanti kita tambahkan, inikan perkara yang berkembang dan saksi tambahan pun akan kita tambahkan, namanya juga susah cari saksinya kerena lari semua,” pungkasnya. (ndi/ang)




  • Bagikan