Diduga Keracunan Nasi Tahlilan, Puluhan Warga Tuba Penuhi Rumah Sakit

  • Bagikan
Diduga Keracunan Nasi Tahlilan, Puluhan Warga Tuba Penuhi Rumah Sakit

RADARLAMPUNG.CO.ID – Puluhan warga Kampung Mekarjaya dan Mekar Indahjaya, Kecamatan Banjarbaru, Tulangbawang (Tuba) dilarikan ke rumah sakit.

Mereka mengeluh pusing, mual, diare dan panas dingin setelah mengonsumsi makanan yang diberikan saat menghadiri tahlilan di salah satu rumah warga Kampung Mekar Indahjaya, Kamis (6/1).



Kepala Dinas Kesehatan Tulangbawang Fatoni menjelaskan, puluhan warga tersebut rata-rata mengalami gejala yang sama. Sebagian besar perempuan.

Warga yang diduga mengalami keracunan ini dibawa ke RSUD Menggala dan Rumah Sakit Mutiara Bunda Unit 2.

Sebelum dirawat di rumah sakit, puluhan warga tersebut terlebih dahulu berobat di bidan desa. Namun kondisi mereka tidak kunjung membaik.

“Jadi mereka tidak semuanya langsung mengalami gejala. Sebagian besar terjadi di Jumat (7/1) paginya. Sejauh ini 30 warga. 25 orang dirawat di RSUD Menggala, dia di RS Mutiara Bunda dan tiga di rumah bidan desa,” kata Fatoni, Sabtu (8/1).

Sementara Wakil Direktur RSUD Menggala Bidang SDM Lasmini mengatakan, pihaknya mencatat 50 warga dari dua kampung dirawat di rumah sakit itu.

Para pasien rata-rata datang pada hari Jumat petang, setelah dirujuk dari bidan desa. Fatoni belum bisa menjelaskan banyakpenyebab utama puluhan warga tersebut sampai memenuhi rumah sakit.

Sementara, Reni salah satu pasien yang di diduga menjadi korban keracunan mengatakan, awalnya ia merasakan sakit perut disertai mual.

Setelah itu ia ke kamar mandi, namun kondisi perut semakin sakit. “Terus langsung tiduran nggak bisa ngapa-ngapain. Jumat pagi mulai kerasa. Kalau makan berkatnya (nasi, Red) Kamis, sepulang tahlilan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, makanan yang didapat usai mengikuti tahlilan tersebut dimakan bersama keluarga di rumah.

“Tapi alhamdulillah suami saya gak sampai separah ini,” tutupnya.

Terpisah, Kapolsek Banjaragung Kompol Abdul Muthalib membenarkan peristiwa tersebut. “Anggota masih melakukan identifikasi dan mengumpulkan informasi,” singkatnya. (nal/ais)






  • Bagikan