Diduga Lecehkan Mahasiswi, Dosen UIN RIL Resmi Dipolisikan

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – SH, oknum dosen Sosiologi Fakultas Ushuluddin UIN Raden Intan Lampung (RIL) yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap EP (21) mahasiswinya, resmi dipolisikan.

Menurut informasi yang diterima Radar Lampung, Sabtu (29/12), SH dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dengan nomor LP/B-1973/XII/2018/Lpg/SPKT, Jumat 28 Desember 2018. Dalam surat tanda terima penerimaan laporan tercatat EP resmi melaporkan SH. Surat tersebut ditandatangani Pujiono Kepala Siaga SPKT I Polda Lampung dan dibubuhi tanda tangan pelapor.


 

EP, mahasiswi Fakultas Ushuluddin UIN RIL kepada Radar Lampung mengaku mendapat perlakuan tidak wajar oleh oknum dosen matakuliah sosiologi agama itu. Bahkan, kasus dugaan pencabulan ini sudah diketahui pihak kampus dan mahasiswa lainnya. Sehingga, kemarin (27/12) pagi hingga siang SH didemo massa aksi dari mahasiswa dan perwakilan keluarga korban.

Baca Juga:   Polisi Periksa Kejiwaan Kakak Bunuh Adik

SH tak berkutik, dirinya hingga pukul 15.00 WIB tetap tertahan di gedung dekanat bersama pejabat kampus. Saat diminta tanggapan soal kebenaran yang terjadi, oknum dosen itu hanya menundukan kepala.

Kepada Radar Lampung, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama Dr. H. Arsyad Sobby Kesuma, LC. M. Ag. mengatakan pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan rektor dan pihak rektorat lainnya.

Menurut EP, kejadian yang dialaminya bermula saat ia hendak mengumpulkan tugas sosiologi agama ke ruangan SH, pada Jumat, 21 Desember 2018 sekitar pukul 13.20 WIB. Namun, tiba-tiba SH memandangi EP dan memegang bahunya. SH pun meminta maaf. Namun, terus EP, SH berkali-kali memegang bahunya. Bahkan, SH menyentuh dagu EP.

Baca Juga:   Ada Laporan Dugaan Eksploitasi, Bocah 7 Tahun Dievakuasi dari Rumah Kakek

“Ini apa?” tanya SH sembari menunjuk jerawat di wajah EP. “Kebiasaan kamu itu, terlambat kumpul tugas,” ujar EP, menirukan ucapan SH.

Belum cukup sampai di situ, SH menyentuh pipi EP. Karena merasa tidak nyaman, EP pun berniat keluar dari ruangan. Tapi, SH malah mendatangi EP di pojok ruangan. Kala itulah tindak pelecehan oleh SH dimulai dengan menyentuh beberapa organ vital EP.




  • Bagikan