Diduga Palsukan Surat, PNS Kota Dipolisikan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Diduga memalsukan surat, Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bagian Perekonomian Pemkot Bandarlampung dilaporkan ke Polres Lampung Selatan.

PNS tersebut bernama Mellya Afrina (34). Ia dilaporkan oleh Liswanah yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Jalan RA Basyid, Kelurahan Labuhan Dalam, Bandarlampung.


Laporan tersebut tertuang dalam nomor LP/1806/XII/2017/SPKT, tanggal 29 Desember 2017 atas nama pelapor Liswanah. Dalam laporan tersebut, mengenai perkara menggunakan surat yang diduga dipalsukan.

Liswanah melalui kuasa hukumnya Ahmad Handoko menjelaskan, laporan tersebut terkait dengan membuat atau menggunakan akte pernikahan palsu. Selain melapor ke Mapolresta, pihaknya juga telah melaporkan Mellya ke Inspektorat Kota Bandarlampung.

“Dalam persidangan, dia (Mellya) pernah mengatakan bahwa pernikahannya dengan suami (Irsyanudin Sagala) klien saya secara resmi. Tapi setelah kami cek didata Inspektorat Pemkot bahwa ia menggunakan akte nikah yang seolah-seolah asli agar mendapatkan gaji, asuransi dan lain-lain,” jelasnya saat ditemui di Pengadilan Negeri, Tanjungkarang, Selasa (30/1).

Baca Juga:   Sepanjang 2021, 1.757 Kasus Narkoba Diungkap Polda Lampung

Ia menambahkan, pihaknya juga pernah menemukan bahwa ada buku nikah yang telah dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Sidomulyo yang diduga palsu.

“Dasar itu lah kami melapor ke polisi dan Inspektorat. Dan kami berharap Inspektorat maupun polisi menindak lanjuti laporan kami,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, M. Akriman Hadi, kuasa hukum dari Mellya Afrina mengatakan, dirinya tidak mengetahui bahwa laporan tersebut ditujukan kepada siapa dan dengan masalah apa. Kendati, kliennya memang pernah dipanggil oleh petugas Polres Lampung Selatan untuk diperiksa sebagai saksi.

“Kami tidak tahu, laporan itu ditujukan ke siapa dan dengan perkara apa. Memang kliennya saya pernah dipanggil Polres Lampung Selatan tapi hanya sebagai saksi,” jelasnya.

Baca Juga:   Jelang Nataru, Polresta Mulai Lakukan Pemetaan

Ia menambahkan, dirinya mempersilakan pihak Liswanah melapor ke Polisi. Karena katanya, laporan tersebut bukan ditujukan untuk kliennya. Kapasitas kliennya saat itu dipanggil ke Polres Lamsel hanyalah sebagai saksi.

“Silakan saja lapor, karena memang saya sendiri belum tahu laporan itu ditujukan untuk siapa dan perkara apa. Tapi kalau seandainya laporan itu ditujukan ke kliennya saya maka saya akan memberikan pembelaan,” tegasnya. (adm/gus)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan