Dilantik, PUK SPSI PT GGF Mewakili 9.000 Pekerja


Pelantikan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI) PT Great Giant Foods (GGF), Senin (12/8). FOTO SYAIFUL MAHRUM/RADARLAMPUNG.CO.ID
Pelantikan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI) PT Great Giant Foods (GGF), Senin (12/8). FOTO SYAIFUL MAHRUM/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI) PT Great Giant Foods (GGF) dilantik, Senin (12/8). Pelantikan oleh Ketua SPSI Lamteng Musa Ahmad yang dilaksanakan di Training Center PT GGF tersebut dihadiri Bupati Loekman Djoyosoemarto beserta jajaran, pengurus SPSI Lampung, dan perwakilan pekerja.

Loekman Djoyosoemarto berharap, dengan pelantikan PUK SPSI PT GGF, hubungan manajemen perusahaan dan pekerja terjalin dengan baik.





“Mudah-mudahan hubungan manajemen perusahaan dan pekerja terjalin dengan baik. Pembentukan PUK SPSI PT GGF ini akan mewakili 9.000 pekerja dengan 18 pengurus. Jika ada perselisihan pekerja dengan manajemen perusahaan, dapat dimusyawarahkan secara terbatas. Jangan sampai ada gejolak-gejolak di perusahaan,” harapnya.

Pemkab Lamteng, kata Loekman, selama ini tidak pernah mencampuri urusan perusahaan-perusahaan di kabupaten berjuluk Bumi Jurai Siwo tersebut. “Nggak ada perusahaan di Lamteng direcoki pemerintah daerah.  Semua kepentingan perusahan dilayani, terutama perizinan. Gratis,” tegasnya.

Salah satu fungsi pemerintah daerah, terus Loekman, melindungi potensi yang ada dan bukan mencari kesalahan. “Tim intensifikasi dan ekstensifikasi PAD yang turun adalah rekomendasi KPK karena melihat PAD Lamteng kecil. Bukan keinginan kita. Fungsi pemerintah melindungi semua potensi yang ada. Bukan cari kesalahan,” tukasnya.

Selama hampir 32 tahun lebih, kata Loekman, dirinya mengakui memang belum pernah mendengar adanya demo pekerja di PT GGF. “Saya akui memang belum dengar ada demo pekerja di sini. Artinya, hubungan industrial terjalin dengan baik. Yakni antara manajemen perusahaan dan pekerja. Jadi memang layak jadi pilot project,” ujarnya.

Loekman juga mengingatkan SPSI agar jangan takut dengan tenaga kerja asing. “Jangan takut dengan tenaga kerja asing. Ini tantangan mengasah keahlian sehingga bisa bersaing. Saya yakin tenaga kerja lokal tetap dipakai perusahaan. Jika perusahaan maju pasti memperhatikan pekerjanya,” tegasnya.

Sementara Manajemen Human Resources Development (HRD) PT GGF Benny Johan menyatakan, SPSI bukan musuh perusahaan. “SPSI merupakan partner perusahaan, bukan musuh. Bagaimana menciptakan situasi kondusif dan meningkatkan produktivitas usaha. Jika
ada persoalan, bisa diselesaikan dengan komunikasi. Perusahaan bisa semakin kompetitif. Selama ini hubungan dengan perusahaan berjalan harmonis,” katanya. (sya/ais)