Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Pendidikan Akhlak

  • Bagikan
Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin saat mengisi seminar pada Milad satu Abad TK Aisyiyah Bustanul Athfal di GSG Unila, Senin (30/9). Foto Ruri/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Muhammadiyah konsisten menekankan pendidikan watak pada sistem pembelajarannya. Terutama dimulai dari pendidikan jenjang paling bawah, yaitu TK hingga menengah atas.

Hal tersebut diungkapkan Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin saat menghadiri satu abad TK Aisyiyah Bustanul Athfal di GSG Universitas Lampung (Unila), Senin (30/9).

Menurutnya, Muhammadiyah sudah fokus pada dunia pendidikan, jauh sebelum kemerdekaan dan sangat-menekankan pendidikan watak karena pendidikan Muhammadiyah yang dipelopori oleh pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan sangat mementingkan akhlak anak-anak bangsa.

“Dan itulah yang secara konsisten dilakukan Muhammadiyah. Maka di sekolah-sekolah Muhammadiyah tidak hanya pada tingkat atas, tetapi juga dari tingkat bawah yang didirikan oleh Aisyiyah sampai TK Aisyiyah Bustanul Athfal itu sangat mementingkan pendidikan akhlak yang berdasarkan nilai-nilai Islam,” terangnya.

Mantan Ketum PP Muhammadiyah itu melanjutkan, pendidikan watak tersebut merupakan agenda yang harus diprioritaskan saat ini di tengah keruntuhan watak dan akhlak bangsa.

“Terutama gempuran dari era globalisasi, modernisasi, masuknya budaya-budaya dari luar yang harus diakui watak bangsa tidak seutuhnya tegak. Dan ini akan menjadi kendala besar bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa di masa yang akan datang,” ujarnya.

Saat ini, sambungnya, masyarakat terjebak pada perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur fisik, tetapi seharusnya juga jangan mengabaikan pembangunan infrastruktur non fisik.

“Ada pembangunan infrastruktur kita hargai, karena itu akan memudahkan masyarakat, tetapi jangan mengabaikan pembangunan infrastruktur non fisik, harus berjalan seiring. Kalau itu yang terjadi, tidak ada gunanya pembangunan gedung-gedung megah dan bertingkat sementara anak-anak bangsa terjebak pada narkoba, kekerasan, dan korupsi. Inilah KKN jilid II,” pungkasnya. (rur/kyd)


Baca Juga:   Aplikasi PeduliLindungi, Upaya Pemerintah Mengendalikan Laju Covid-19


  • Bagikan