Dinas Ketahanan Pangan Survei Pengukuran Provitas Padi


FOTO DOKUMEN DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PESAWARAN

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serta BPS Pesawaran melaksanakan survei pengukuran provitas padi bersama dengan metode ubinan. Kegiatan ini bagian dari kerjasma dan pelaksanaan monitoring program pertanian yang telah diluncurkan.

“Pelaksanaan ubinan dilakukan, Selasa (29/3) lalu di dua lokasiq. Yakni Desa Karangrejo dan Kalirejo, Kecamatan Negerikaton,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Kusnardi yang diwakili Kabid Tanaman Pangan Ida Rachmawati.





Ida menuturkan, pelaksanaan ubinan di dua desa tersebut menghasilkan GKP rata rata 5,18 kilogram yang diperkirakan provitas sawah mencapai delapan ton per hektare.

Dimana, padi yang ditanam adalah varietas Ciherang dengan kondisi yang sangat baik, cukup air serta pemupukan.

“Kerja sama dalam pengukuran provitas padi seperti ini selayaknya terus ditingkatkan. Karena informasi provitas sangat penting guna mengetahui permasalahan dilapangan dan segera ditemukan solusinya,” ucapnya.

FOTO DOKUMEN DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PESAWARAN

Diketahui, Lampung merupakan salah satu provinsi luar Jawa yang menjadi penghasil padi cukup besar. Pemprov terus mengupayakan agar produksi padi bisa terus meningkat.

Sementara, Kepala BPS Pesawaran Sugiarto mengatakan, pengukuran provitas padi dilaksanakan terintegrasi dengan survey KSA (kerangka sampel area). Kegiatan tersebut merupakan survei yang menghasilkan angka luas tanam dan luas panen padi yang lebih akurat serta representative.

“Survei tersebut berbasiskan aplikasi dan kerangka sampel yang berdasarkan peta satelit,” pungkasnya yang diamini Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Budi Wirawan bersama Kabid Tanaman Pangan Andriansyah. (adv)