Dinas Peternakan dan Keswan Bentuk Tim Awasi Daging Celeng

  • Bagikan
Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Lampung Lili Mawarti. FOTO PRIMA IP/RADARLAMPUNG.CO.ID 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pastikan terhindar dari daging oplosan babi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Lampung membentuk tim pengawasan di 15 kabupaten/kota yang ada di Lampung.

Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Lampung Lili Mawarti menuturkan, sejak gempar masuknya daging celeng di Lampung Timur beberapa waktu lalu, tim dari dinas pun langsung melakukan tindak lanjut di seluruh kabupaten/kota.

“Tim pengawasan pangan aktif ke pasar-pasar. Minggu yang lalu ke Metro, Lampung Utara, dan tadi ke Bandarlampung. Alhamdulillah tidak kita temui daging yang dioplos dengan daging celeng,” tuturnya, Rabu (5/5).

Dirinya berpesan kepada masyarakat apabila ada tawaran menjual daging yang tidak wajar harganya untuk tidak mudah percaya. “Tolong disikapi. Kemaren dijual di bawah harga pasar, yaitu R 7 ribu dan itu sistemnya arisan. Dengan adanya itu kita membuat tim satgas pangan ASUH di 15 kabupaten/kota,” jelasnya.

Baca Juga:   SLB PKK Kini Menjadi SLB Negeri Provinsi Lampung

Lili melanjutkan, stok peternakan atau daging di Lampung masih dalam kondisi aman dalam artian surplus. “Kita untuk mengantisipasi di hari besar keagamaan pada April untuk sapi ketersediaan 3.185 ton, Mei 3.155 ton, sementara kebutuhan Lampung di April 2.147 dan di Mei 2.127. Artinya dari ketersediaan dan kebutuhan Lampung surplus dalam kondisi aman dan ketersediaan ada. Jadi April ketersediaan kita kelebihan di 1.038 ton di Mei 1.028 ton untuk sapi,” jelasnya.

Sementara untuk daging ayam, ketersediaan di April 8.654 ton dan Mei 8.573 ton. Untuk kebutuhan di Lampung April 6.963 ton dan Mei 6.869 ton, artinya ada selisih surplus di April 1.691 dan Mei 1.704 ton.

Baca Juga:   DPRD Lampung Soroti Refocusing Anggaran oleh Pemprov

Untuk telur, di April stok ketersediaan ada 10.000 ton dan Mei 10.574 ton dengan kebutuhan di April 7.668 ton dan Mei 7.597 ton. “Artinya telur juga kita dalam kondisi surplus yang kita ketahui PPN juga terus bergerak di pasar murah untuk menjual telur di harga pasar,” terangnya.

Meski dimikian, tambah Lili, pihaknya tetap memenuhi kebutuhan provinsi lain, seperti DKI Jakarta. “Kita masih memenuhi daerah lain. Tapi kita terus mengedepankan kebutuhan Lampung dulu,” terangnya. (pip/sur)



  • Bagikan