Dinas PPPA Pesawaran Fasilitasi Pemulangan Korban Trafficking ke Keluarga

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan memfasilitasi kepulangan AS (14), korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dari Rumah Perlindungan Anak kepada keluarganya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pesawaran Binarti Bintang mengatakan, dari informasi Kepala UPTD Rumah Perlindungan Anak, kondisi AS sudah membaik.

“Besok kita dan pihak UPTD akan memulangkan AS ke pihak keluarga. Nanti prosesi pemulangan dilaksanakan di kantor Kecamatan Telukpandan,” kata Binarti Bintang, Kamis (28/1).

Baca Juga:   Cek Suhu Pengemudi dan Penumpang Travel

Untuk korban lainnya, SA (17), saat ini masih berada di shelter Kemenlu menunggu izin imigrasi. Kemudian dua remaja lagi, Y (18) dan M (17), masih didalami Subdit IV Reknata Ditkrimum Polda Lampung

“Termasuk pelaku. Saat ini tengah dilakukan pencarian oleh Polda Lampung,” ucapnya.

Binarti juga mengimbau agar warga tidak mudah terpengaruh bujuk rayu oknum yang mengaku penyalur tenaga kerja dengan iming-iming memperoleh gaji besar.

“Kita sudah rencanakan memberikan sosialisasi nanti di atas (Desa Tanjungagung, Red). Kami juga imbau agar warga berkoordinasi dengan aparat desa dan pihak kepolisian jika ada oknum yang menawari bekerja di luar negeri dengan modus gaji besar. Sehingga hal serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.

Baca Juga:   Sosialisasikan Tertib Lantas dan Larangan Mudik

Diketahui, Kementerian Luar Negeri bersama BP2MI, berhasil memulangkan AS (14), warga Dusun Cikoak, Desa Tanjungagung, Kecamatan Telukpandan, Pesawaran yang diduga menjadi korban trafficking, Jumat (22/1).

Binarti Bintang mengatakan, AS merupakan korban TPPO yang berhasil dipulangkan dari Malaysia ke Lampung.

Anak baru gede (ABG) itu pulang bersama 57 pekerja migran Indonesia (PMI) dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (21/1).

Baca Juga:   Tertangkap, Perampas Ponsel di Telukpandan Ditembak

Sejak 1 Oktober 2019, AS bersama tiga orang lainnya, yakni S (17), Y (18) dan M (17) direkrut oleh agen tenaga kerja untuk bekerja di Malaysia.

Empat remaja yang berasal dari satu desa ini dijanjikan dan diiming-imingi bekerja sebagai cleaning service dengan gaji Rp3,8 juta per bulan. (ozi/ais)



  • Bagikan



Lampung Barat Diguncang Gempa Tektonik Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan ASDP Tak Melayani Pemudik, Kecuali…