Dinilai Meresahkan, Banpol PP Tertibkan Oknum “Manusia Gerobak”

  • Bagikan
Banpol PP Bandarlampung saat menertibkan manusia gerobak, Selasa (28/5). FOTO BANPOL PP BANDARLAMPUNG FOR RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Belakangan, sudut Kota Bandarlampung ramai terlihat pemandangan “manusia gerobak”. Yang sedikit disayangkan, tak jarang gerobak yang mereka dorong sebatas topeng untuk mengharap belas kasihan orang lain.

Meski memang tak bisa dipungkiri, sebagian dari mereka memanfaatkan gerobak untuk memulung mengais rezeki. Hanya saja ada yang terlihat sebatas memarkirkan gerobaknya lantas tiba-tiba mengeluh kesakitan dan memelas sepanjang hari. Dengan harapan ada warga yang tergerak memberi sumbangan. Dan, cara itu terus diulangi setiap hari.

Menindaklanjuti aduan masyarakat terkait tabir kepalsuan dari sejumlah oknum “manusia gerobak”, Bagian Ketertiban Umum (Tibum) Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandarlampung melakukan razia “manusia gerobak” yang sering sebatas nongkrong di tepian jalan protokol.

Baca Juga:   Oksigen Medis Langka, Stok RSUDAM Hanya Cukup Dua Hari, Sekprov Lampung Kumpulkan Pengusaha

Penertiban dilakukan Selasa (28/5) sore hingga petang. Hasilnya, Banpol PP mengamankan tujuh “manusia gerobak” di seputaran Jl. Jenderal Sudirman, Enggal, Bandarlampung. “Ya kita akan rutin lakukan razia,” ujar Kepala Banpol PP Bandarlampung Paryanto di sela penertiban.

Menurut Paryanto, mereka yang diamankan kebanyakan hanya menjalankan modus untuk mencari simpatik dari masyarakat yang melintas atau para pedagang takjil di tepi jalan. “Ya itu kebanyakan modus untuk mencari simpatik, gerobaknya kebanyakan kosong,” ujarnya.

Razia terhadap manusia gerobak sendiri menurutnya perlu dilakukan lantaran menggangu ketertiban umum. “Membuat masyarakat resah, sehingga kita rutin razia, sebelumnya pada Senin (27/5) kami amankan tiga orang,” ujarnya.

Terkait asal para manusia gerobak sendiri Paryanto menuturkan berasal dari pinggiran Kota Bandarlampung. “Ya ini warga Bandarlampung dari pinggiran, mereka beberapa musiman keluar di bulan Ramadan ini,” ungkapnya.

Baca Juga:   Pengusaha Asal Aceh Bantu Rp2 T untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel

“Penertiban kita lakukan berdasarkan Perda Nomor 03 Tahun 2010 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Pengemis, dan Gelandangan di Kota Bandarlampung,” tukasnya. (pip/sur) 




  • Bagikan