Dinonaktifkan Sementara, Tiga Guru SMK Penerbangan Raden Intan Pilih Undurkan Diri

  • Bagikan
Kepala SMK Penerbangan Raden Intan Bandarlampung, Suprihatin, S.Pd. Foto Aprohan Saputra/Radarlampung.co.id

Sebenarnya, sambung Tri, permasalahan ini sudah dianggapnya clear karena sudah dilakukan mediasi antara Kepala Sekolah dan dua guru yang dinonaktifkan lainnya, Senin kemarin.

Menurutnya, pada saat mediasi, kesalahan yang membuat mereka dinonaktifkan sudah terakumulasi. Salah satunya dijelaskan terkait foto bersama dengan siswa pada Sabtu, 23 Februari 2019 di Way Project Wayhalim, karena dianggap tidak berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan menyalahi aturan. 


Tapi, menurut Tri, dia bersama dua rekannya itu tidaklah menyalahi aturan karena dilakukan saat hari libur sekolah dan tidak terkait dengan aturan sekolah. 

“Seharusnya sebagai Waka, kata beliau (Suprihatin, red) waka kurikulum harus berkoordinasi dengan beliau terkait kegiatan anak di luar sekolah,” ujar Tri menirukan ucapan Suprihatin kala itu.

Baca Juga:   Tega ! Bayi Malang Ini Dibuang ke Sumur Tua

Seharusnya, lanjut Tri, tidak ada masalah karena dilakukan pada hari libur sekolah. “Tidak ada kegiatan sekolah. Seharusnya Kepala Sekolah harus membedakan antara kreativitas dan loyalitas. Biasalah sebagai kenang-kenangan kami foto bareng 12 siswa kami kelas III yang sebentar lagi lulus,” sesal Tri

Selain itu dijelaskan pula, permasalahan foto juga dikaitkan dengan siswa tak mengenakan seragam sekolah. Tapi justru siswa menegenakan seragam osis. “Kenapa anak-anak memilih pakaian osis, karena menurut mereka kegiatan itu di luar sekolah,” tambahnya.




  • Bagikan