Dinonaktifkan Sementara, Tiga Guru SMK Penerbangan Raden Intan Pilih Undurkan Diri

  • Bagikan
Kepala SMK Penerbangan Raden Intan Bandarlampung, Suprihatin, S.Pd. Foto Aprohan Saputra/Radarlampung.co.id

Secara pribadi, Tri mengaku telah mengikhlaskan keputusan penonaktifannya itu, meskipun dalam mediasi disebutkan Suprihatin hanya misskomunikasi. Sehingga dirinya meminta kepada pihak sekolah tidak mempersulit mereka bila melakukan mutasi atau pindah sekolah. “Kami minta tidak dipersulit, karena saya kan sertifikasi dan data kami semuanya melalui aplikasi,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi kembali, pada Selasa (5/3) Tri mengaku permasalah itu telah clear dan tidak ada masalah. Namun dirinya tidak ingin membicarakan lagi sekolah. “Saya cuma minta satu jangan sampai saya dipersulit nantinya,” ujarnya. 


Saat dikonfirmasi, Masniari mengaku berat untuk meninggalkan sekolah. Namun dirinya merasa mundur menjadi satu-satunya pilihan agar tidak berlarut-larut. “Saya sayang anak-anak, jadi mending saya mengalah agar anak didik kami nyaman beraktifitas,” ujarnya. 

Sedangkan, Silvia Nurul Hakim saat ditanya mengenai persoalan tersebut enggan berkomentar banyak. Melalui sambungan ponsel, Selasa (6/3), ditegaskannya bahwa permasalahan itu sudah clear dan dirinya sudah tidak lagi bekerja di sekolah tersebut.

Baca Juga:   Lapor Ndan ! Tumpahan Oli di Simpang Luas Makan Korban Pemotor

Sementara itu, Kepala SMK Penerbangan Raden Intan, Suprihatin mengatakan bahwa dikeluarkannya surat penonaktifan itu merupakan bentuk tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan agar bawahannya berlaku tertib. 




  • Bagikan