Tuba  

Dipaksa Mengaku Sebagai Pelaku Penculikan, Warga Menggala Lapor Polisi


Kasat Reskrim Polres Tulangbawang AKP Wido Dwi Arifiya Zaen menunjukan hasil print out barang bukti dugaan video penculikan. Foto Humas Polres Tulangbawang
Kasat Reskrim Polres Tulangbawang AKP Wido Dwi Arifiya Zaen menunjukan hasil print out barang bukti dugaan video penculikan. Foto Humas Polres Tulangbawang

RADARLAMPUNG.CO.ID – Belakangan warga Tulangbawang dihebohkan dengan beredarnya video viral tertangkapnya pelaku dugaan penculikan oleh warga.

Setelah ditelusuri, ternyata video tersebut tidak benar atau hoaks. Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Tulangbawang AKP Wido Dwi Arifiya Zaen di halaman Satreskrim Mapolres setempat, Jumat (6/5).





AKP Wido menjelaskan, pihaknya bergerak cepat terkait beredarnya video di media sosial (medsos) yang viral dan menyebutkan telah terjadi tindak pidana penculikan terhadap anak.

Dalam video yang upload di akun tiktok @sandratitik0 itu menyebutkan bahwa adiknya telah diculik dan dijual oleh perempuan yang memakai baju kemeja hijau.

“Hasil pemeriksaan para saksi yang dilakukan oleh petugas kami, didapat fakta bahwa video yang beredar di akun tiktok tersebut adalah berita bohong (hoaks),” katanya mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Hujra Soumena.

Baca Juga:   Niat Cari Kayu, Warga Tuba Tewas Diterkam Buaya

Orang yang memakai baju kemeja hijau di dalam video, lanjut AKP Wido, merupakan seorang perempuan bernama Naning (25), warga Kampung Kagungan Rayahu, Kecamatan Menggala.

AKP Wido menjelaskan, Naning merupakan korban dan dia dipaksa membuat testimoni dalam keadaan tertekan atau terpaksa dari pembuat dan perekam video.

“Adik dari pembuat dan perekam video yang diketahui bernama Sinta tidak pernah diculik, melainkan pergi bersama pacarnya bernama Rudi Ardianto yang sebelumnya sudah janjian untuk bertemu, serta tidak ditemukan fakta terkait tindak pidana perdagangan orang (human trafficking),” jelas AKP Wido.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang ada di Tulangbawang dan Lampung untuk tidak menjadi korban berita bohong. AKP Wido meminta warga untuk mensaring informasi sebelum melakukan sharing.

“Terkait beredarnya video hoaks di medsos, saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akan meminta keterangan dari saksi ahli. Bila dua alat bukti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 KUHAP telah terpenuhi maka prosesnya akan kami naikkan ke proses penyidikan,” tandasnya. (nal/sur)

Baca Juga:   Nihil Kasus PMK, Pemkab Tuba Imbau Peternak Tetap Waspada