Diprediksi Jadi Puncak Arus Balik, Hari Ini Kendaraan Via JTTS Terpantau Sepi

  • Bagikan
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar tepatnya di gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Minggu (16/5). Sejak diberlakukan larangan mudik lebaran hari raya Idul Fitri 1442 H, JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar jalur A dan B masih terpantau sepi. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Puncak arus mudik diprediksi jatuh pada hari ini (16/5). Namun, karena penyekatan yang dilakukan, lalu lintas melalui jalan tol trans Sumatera (JTTS) terhitung sepi.

Hal itu tergambar dari Posko Penyekatan Arus Balik di JTTS pada Rest Area 87B, Minggu (16/5). Hanya terlihat beberapa kendaraan yang melintas dan masuk dalam posko penyekatan.

Mengenai hal tersebut, Kabid Dokes Polda Lampung AKBP Legowo H sekaligus kordinasi Posko Penyekatan mengatakan, penyekatan dilakukan sejak Sabtu (16/5). Dengan tujuan menekan penularan Covid-19 sehingga membatasi orang-orang yang akan kembali ke pulau Jawa melalui pelabuhan Bakauheni.

“Jadi perintahnya sangat jelas, tidak boleh ada Covid-19 yang boleh masuk ke Jawa. Perintahnya jelas dan tegas sehingga buat warga yang mudik di arus balik ini dan tidak mempunyai surat rapid Antigen maupun GeNose ataupun punya namun kadaluarsa langsung kita rapid ulang di sini,” terangnya.

Baca Juga:   Polda Lampung Perintahkan Jajaran untuk Percepat Vaksinasi Masyarakat

Kemudian, ada 8 titik pos penyekatan yang di gelar di Lampung. Untuk setiap pemudik yang belum dapat menunjukan surat keterangan bebas Covid-19, akan dilakukan tes di lokasi.

“Ketika nanti ditemukan ada yang reaktif akan langsung diarahkan yang bekerjasama puskemas setempat dan langsung dikarantina selama lima hari semua sudah ditanggung pemerintah. Jadi pemudik tidak perlu khawatir, lengkapi saja suratnya untuk mudik, jaga kesehatan dan tidak perlu khawatir ketika diperiksa karena ini semua demi kebaikan bersama,” jelasnya.

Sejak dimulainya pos penyekatan, sudah dilakukan rapid tes antigen sebanyak 2000 orang. Dari jumlah tersebut belum ditemukan yang reaktif.

“Puncak mudik diperkirakan hari ini, namun sampai siang kemarin masuk Lampung 125 ribu tapi ini terlihat tidak begitu melonjak dan diharapkan landai saja, karena semakin banyak kerumunan semakin besar juga bahaya,” tandasnya. (rma/sur)



  • Bagikan