Disdag Lamteng Dapati Masih Ada Retail Jual Minyak Goreng di Atas HET


Foto Dok. Disdag Lamteng

Radarlampung.co.id – Dinas Perdagangan (Disdag) Lampung Tengah melakukan sosialisasi terkait penerapan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng Rp14.000 per liter yang merupakan kebijakan pemerintah. Sasarannya toko retail dan swalayan.

Kabid Bina Usaha Informasi dan Perizinan Dedi Fadilah mewakili Kadisdag Zulfikar Irwan menyatakan dirinya bersama Kadis sudah turun mengontrol harga minyak goreng di pasaran.





“Kita imbau dan sosialisasikan HET minyak goreng Rp14.000 per liter di Pasar Bandarjaya dan toko-toko swalayan,” katanya.

Hasilnya, kata Dedi, masih banyak retail dan swalayan yang menjual minyak goreng di atas HET.

“Masih banyak yang menjual minyak goreng di atas HET. Alasannya minyak goreng stok lama yang dibeli sudah mahal. Namun, ada juga yang sudah menyediakan minyak goreng dengan harga Rp14.000 per liter,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, kata Dedi, pihaknya memberikan saran kepada penjual untuk menyimpan stok lama.

“Kalau masih tetap dijual dengan harga tinggi, kita beri tenggat waktu satu bulan. Tenggat waktu ini kita berikan kepada ritel yang tak tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo),” tegasnya.

Tenggat waktu tersebut, kata Dedi, sesuai aturan Permendag Pasal 13.

“Bunyi Permendag ini ‘Setelah jangka waktu pelaksanaan penyediaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 masih terdapat sisa stok minyak goreng kemasan sederhana di tingkat pengecer, pengecer masih tetap dapat mendistribusikan kepada masyarakat dalam jangka waktu paling lama satu bulan’. Ini agar tidak menimbulkan panic buying di tengah masyarakat. Harga minyak goreng bisa stabil,” ungkapnya. (sya/sur)