Disdikbud Lampung Nilai Masih Ada Potensi Kuota Kosong di PPDB SMK

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menilai masih ada potensi kekosongan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021/2022 untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lampung.

Hal itu mengacu pada tes minat bakat yang masih dilakukan hingga akhir Juni ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Zuraida Kherustika pada Selasa (29/6).

“Memang ada kuota yang tidak terpenuhi saat pendaftaran kemarin untuk SMK. Saat ini masih ada tes wawancara bakat minat, kemarin memang ada datanya tapi belum final,” beber Zuraida, melalui sambungan telepon seluler.

Zuraida mengatakan, hal itu karena tes minat bakat yang dilakukan calon siswa memiliki syarat yang cukup sulit untuk beberapa jurusan. Dia menyontohkan, seperti buta warna.

“Kalau buta warna kan tidak bisa kelistrikan, multimedia, animasi. Begitu juga jika memang calon ada kekurangan atau keterbatasan tertentu dan tidak bisa di jurusannya, ya maka tidak bisa,” jelas Zuraida.

Baca Juga:   September, Penetapan Direktur Polinela

Karena hal itu, maka potensi pengurangan kuota pendaftar PPDB SMK di Lampung menurutnya masih ada kemungkinan bertambah.

Seperti diketahui, pendaftaran PPDB SMK 2021/2022 di Lampung yang dilakukan secara dalam jaringan di 13 SMK dan sisanya, digelar secara luar jaringan (luring). Selanjutnya, dari total kuota SMK yang disediakan sebanyak 29.875 kursi, dibandingkan total pendaftar 25.359 orang. Artinya, sebelum menjalani tes minat bakat saja kuota SMK sudah berkurang 4.516 kursi.

Maka hal inilah yang menurut Zuraida masih ada potensi kekurangan. “Nanti detail nya dua hari kedepan ya, kita bisa tahu jadi berapa kuota SMK yang diterima tahun ini. Setelah selesai tes minat bakat,” lanjutnya.

Baca Juga:   Itera Bahas Adaptasi Tataan Geologi Sumatera

Salah satu SMK yang belum memenuhi kuota pendaftaran PPDB SMK, di SMKN 6 Bandarlampung. Elen Eduan, Kepala SMKN mengatakan kuota pendaftar di sekolah nya belum terpenuhi mencapai 131 kursi. Dua jurusan yang tidak memenuhi terbanyak ialah jurusan Tata Boga dan Tata Busana.

“Benar, ada kekurangan kuota. Untuk jurusan tata busana dan tata boga. Jadi pendaftar di jurusan itu belum memenuhi kuota kita. Jadi seperti di jurusan tata busana, kita kan menerima tiga kelas tapi baru ada dua kelas,” beber Elen.

Elen mengatakan sekolahnya menerima 432 calon siswa dari sembilan jurusan. Namun untuk kekurangan kuota tersebut, Elen mengatakan menunggu keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung untuk keputusan selanjutnya. (rma/wdi)




  • Bagikan