Disdukcapil Pesawaran Bakar 3.701 E-KTP

  • Bagikan
Pemusnahan e-KTP yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pesawaran. FOTO DOKUMENTASI DISDUKCAPIL PESAWARAN
Pemusnahan e-KTP yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pesawaran. FOTO DOKUMENTASI DISDUKCAPIL PESAWARAN

radarlampung – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pesawaran memusnahkan 3.701 keping KTP elektronik (e-KTP) invalid atau rusak. Kegiatan tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 470.13/11176/SJ tentang Penatausahaan e-KTP

Kepala Disdukcapil Pesawaran Ketut Partayasa mengatakan, e-KTP yang dimusnahkan tersebut dikumpulkan sejak 2011 hingga 2013. “Untuk e-KTP 2014 ke atas sudah terdata. Kami masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari Kemendagri,” kata Ketut, Sabtu (15/12).


Dilanjutkan, pemusnahan e-KTP invalid yang terkumpul sejak 2014 sudah ada. Namun Ketut mengaku tidak hafal jumlahnya. ”Secara teknis, tinggal menunggu petunjuk dari Kemendagri,” tegasnya.

Diketahui, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengeluarkan surat edaran dan memerintahkan pemusnahan e-KTP invalid dan tak berlaku lagi. Langkah ini diharapkan mampu mengakhiri polemik yang muncul. Termasuk, adanya spekulasi buruk menjelang Pipres dan Pileg 2019.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Hadi Prabowo menjelaskan, SE diterbitkan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan, kewaspadaan dalam sistem administrasi kependudukan serta menghindari penyalahgunaan E-KTP.

Sebelumnya, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemusnahan E-KTP yang rusak atau invalid cukup hanya dengan digunting atau dipotong.

“Namun, karena gudang tempat penyimpanan terhadap e-KTP yang rusak tidak tersedia, sehingga harus dimusnahkan (Dibakar, Red) setelah dipotong,” kata Hadi.

Belakangan diketahui, dari 2011-2013, di daerah banyak e-KTP yang rusak dan tidak memiliki gudang.  ”Sehingga untuk memotong tentu memerlukan tenaga. Perlu kerja lembur dan sebagainya. Ini menyebabkan banyak e-KTP yang disimpan di rumah-rumah,” ujarnya.

Karena itu, dibuatkan SE untuk E-KTP yang rusak atau tidak berlaku untuk dimusnahkan dengan cara dibakar. “Itu perintah Pak Menteri. Yang rusak, dibakar,” tegasnya. (ozi/ais)

 




  • Bagikan