Diserang Babi Hutan, Seorang Lansia Kehilangan Jari Kaki

  • Bagikan
Babi Hutan yang menyerang warga ditangkap dan dibunuh, Minggu (1/9). Foto Zepta Heryadi/rnn

radarlampung.co.id – Seekor babi hutan menyerang warga Dusun Sukajadi, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, Minggu (1/9) pagi.

Akibatnya seorang warga dusun setempat, Saknuiyah (60) harus kehilangan satu jari kakinya karena tergigit babi hutan. Saat ini, korban mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Batin Mengunang Kotaagung.

Kepala Pekon Sukabanjar, Ristiani membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pagi itu korban tengah mencari batu apung di pantai yang tak jauh dari rumah korban.

Tanpa diketahui, tiba-tiba muncul seekor Babi langsung menyeruduk korban. “Ya, korban sempat bergelut dengan hewan tersebut. Jari kaki korban putus setelah digigit hewan itu,” katanya.

Ia melanjutkan, serangan binatang yang merupakan salah satu hama dan sampai melukai warga ini baru pertama kali terjadi. Meski selama ini sering terlihat adanya babi turun gunung, tapi tidak pernah terjadi seperti itu.

“Kalau mengamuk seperti itu tidak pernah, tapi kalau terlihat sedang makan tanaman palawija warga sering melihatnya,” ujarnya.

Masih kata Ristiani, Dusun Sukajadi berada dibawah perbukitan, sehingga bagi warga disana adanya hewan hutan yang berkeliaran di pemukiman menjadi hal yang biasa.

Biasanya, mereka usir hanya menggunakan alat seadanya seperti dilempar dengan batu atau kentongan, tergantung hewannya.”Biasanya babi keluar pada sore dan malam hari. Tapi kalau pagi justru jarang,”jelasnya.

Sementara itu, Camat Kotaagung Timur, Firdaus juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini korban sedang mendapatkan perawatam di RS Batin Mengunang karena mengalami luka serius dibagian kaki.

“Benar. Korbannya perempuan yang sedang mencari batu apung di pinggir laut. Korban diseruduk dan bergelut dengan babi tersebut,” kata dia.

Kemudian oleh warga sekitar, hewan yang menjadi hama tersebut langsung ditangkap dan dibunuh. “Alhamdulillah korban masih bisa terselamatkan meski sudah Lansia. Sedangkan hewan tersebut langsung di tangkap warga, kemudian di bunuh,” tandasnya. (zep/ehl/kyd)




  • Bagikan