Disidak, Jajanan Sekolah di Empat SD Negatif Bahan Berbahaya, Tapi … 

  • Bagikan
Tim satgas pangan saat mengambil sample jajanan anak sekolah di SD yang berasa di Kelurahan Talang, Selasa (30/7). FOTO PRIMA IMANSYAH PERMANA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penjual makanan untuk pelajar tak luput dari sidak Tim Satgas Pangan Kota Bandarlampung. Hari ini (30/7), tim menggelar sidak jajan sekolah di empat sekolah dasar (SD) yang berada di Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan.

Tim satgas yang terdiri dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut melakukan pemeriksaan jajanan sekolah yang berada di dalam sekolah maupun di luar. Adapun item yang diperiksa seperti nuget, mie goreng matang, juga sosis telor gulung.

Kemudian makaroni, jelly warna, sate cumi, somay, otak-otak ikan, sate bakso ayam, bakso tahu, keripik, pempek gulung, cincau hitam, dan beberapa item lainnya. Dan, dari hasil pemeriksaan semua makanan tersebut dinyatakan negatif dari kandungan berbahaya dan aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga:   RSUD Dadi Tjokrodipo Bakal Jadi RS Khusus Covid-19

Ketua Tim Satgas Pangan Kota Bandarlampung I Kadek Sumarta menuturkan, sidak dilakukan di empat SD, yaitu SD N 1, 2, 4, dan 5 Talang. “Kebetulan hasilnya dari empat sekolah yang kami datangi dalam rangka pembinaan kepada pedagang-pedagang khususnya dagangan anak sekolah semua negatif (bahan berbahaya),” ucapnya, Selasa (30/7).

Kadek pun mengucapkan terima kasih kepada kepala sekokah yang selama ini membina atau memberikan sosialisasi kepada pedagang jajanan anak sekolah sehingga makanan layak konsumsi. “Tim ini akan terus melakukan sidak ke semua sekolah yang ada di Bandarlampung,” ungkapnya.

Tujuannya, tidak lain agar anak-anak yang menjadi masa depan bangsa terbebas dari makanan berbahaya. “Serta sesuai dengan intruksi pak wali kota agar menjaga keamanan pangan. Sehingga kita jaga kemananan pangan di sekolah-sekolah,” ucapnya.

Baca Juga:   Ratusan Warga Geruduk Gerai Vaksinasi Pizza Hut

Dari hasil sidak di empat SD, Kadek pun menuturkan tim sempat menguji 25 item dan semuannya negatif dari bahan berbahaya. “Tapi yang perlu diperhatikan lagi terkait kebersihan makanan dan lingkungannya,” ucapnya. (pip/sur) 




  • Bagikan