Diskes Bakal Tindak Tegas Penjual Alat Rapid Bekas

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung Edwin Rusli. FOTO APROHAN SAPUTRA/RADARLAMPUNG.CO.ID

Radarlampung.co.id – Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung hingga kini belum menemukan praktik nakal petugas kesehatan dalam menggunakan ulang alat rapid tes antigen di Kota Tapis berseri.

“Untuk antigen bekas pengawasan, selama ini belum ada laporan apapun, karena tidak bisa juga. Sejauh ini kalau masyarakat ingin rapid itu harus di depan mereka langsung. Kalau ada, masyarakat pasti ngadu,” kata Kadiskes Edwin Rusli, Sabtu (1/5).

Edwin tak habis pikir dengan peristiwa yang terjadi di Bandara Kualanamu tersebut bisa terjadi. “Mudah-mudahan masyarakat tidak tertular karena rapid ini, walaupun sudah dibersihkan, itu tidak akan bersih benar,” ujarnya.

Dirinyapun mengingatkan para nakes selalu awas dan jangan sampai tergoda dengan hal yang buruk, terutama untuk orang banyak. “Saya selalu imbau mereka hati-hati jangan pernah lakukan itu, lebih baik kita memberikan lebih daripada kurang, untuk apa mereka melakukan itu dari pada merugikan masyarakat indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga:   Konfrontir, Kasus Dugaan Pemukulan Perawat Ditentukan Gelar Perkara

Edwin menuturkan, jika hal tersebut terjadi di Bandarlampung, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas kepada oknum tersebut. “Kalau ada atau ketahuan akan ada tindakan tegas, tapi sekarang belum ada, karena belum kejadian,” terangnya.

Berbicara alat pendeteksi dini Covid 19,  Pihaknya menyebutkan jika Pemkot kini tengah membeli alat genose sebanyak lima buah untuk perlengkapan dalam penyekatan mudik.

“Rapid sendiri kita sediakan hanya untuk pendatang dari luar Lampung, sementara untuk alat genose sedang kita pesan dengan harga Rp650 juta. Insya Allah beli 5, mau di taruh di posko penyekatan kemarin,” tandasnya. (Mel/yud)




  • Bagikan