Diskes Provinsi Sarankan Jupriadi ke Puskesmas, Kadiskes Kota Belum Komentar

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Persoalan penyakit kusta yang diderita Jupriadi (28) belum juga mendapatkan penanganan dari pemerintah. Pihak Diskes Bandarlampung sejauh ini belum bisa dikonfirmasi.

Kadiskes Bandarlampung Edwin Rusli belum bisa dikonfirmasi soal ini. Berulang kali dihubungi radarlampung.co.id via ponselnya tak diangkat meski aktif.

Padahal, sebelumnya Wali Kota Herman HN cukup responsif mendengar kesulitan yang dialami warganya ini. Herman sudah meminta agar Jupriadi bisa dirawat di RS Daerah. Kata Herman, itu lantaran pengobatan gratis sudah ada di Bandarlampung, termasuk juga ambulans gratis Pemkot sudah tersedia.

Sementara itu, Humas Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Asih Hendrastuti mengatakan, warga menderita penyakit kusta tidak dapat dirawat di rumah sakit.

“Kalau terkena kusta tidak bisa dirawat di rumah sakit, tapi bisa berobat di Puskesmas terdekat. Itu kan obatnya gratis, jadi bisa langsung dibawa ke puskesmas,” tandasnya.

Baca Juga:   Konfrontir, Kasus Dugaan Pemukulan Perawat Ditentukan Gelar Perkara

Sementara itu, warga sekitar semakin khawatir dengan kondisi Jupriadi. Belum ditanganinya Jupriadi, membuat warga miris.

Dani Adesta, tetangga Jupriadi mengatakan, hingga saat ini belum ada bantuan dari pihak pemkot Bandarlampung maupun Provinsi Lampung serta dermawan.

“Belum ada bantuan yang datang, bantuan baru dari warga sekitar saja yang memberikan sembako dan sedikit uang untuk menambah keperluan Jupri dan bapaknya yang sedang sakit,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, Kamis (28/6).

Dani bersama warga sekitar berharap Pemkot dan Pemprov Lampung dapat membantu pengobatan Jupri dan keluarganya.

“Kasihan lihat kondisinya seperti itu, saya bersama warga sekitar nggak bisa bantu lebih. Jadi kami berharap bantuan dari pemerintah atau dermawan,” paparnya.

Baca Juga:   Polresta Pantau Ketersediaan Obat-obatan dan Multivitamin Penderita Covid-19

Sebelumnya diberitakan, penyakit kusta yang telah menggerogoti kedua telapak tangan hingga menghilangkan seluruh jari tangannya tak menghalangi Jupriadi (28) menjadi tulang punggung keluarganya.

Selain menghilangkan area bagian kedua tangannya, penyakit kusta yang diderita sejak belasan tahun ini juga sudah menjalar ke bagian kedua kaki bahkan sampai ke alat kelaminnya.

Warga Jalan Ikan Baung, RT 028, LK 2, Kampung Tanjung Raman Witan, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung ini tinggal bersama kedua orangtuanya dan keempat adiknya di sebuah gubuk yang tak layak. Mereka sudah menghuni gubuk itu kurang lebih sudah hampir tiga tahun. (ndi/gus)




  • Bagikan