Diskes Tanggamus Gratiskan Pengobatan Penderita TBC

  • Bagikan
ILUSTRASI INTERNET.

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Kesehatan (Diskes) Tanggamus terus melakukan berbagai langkah penanggulangan penyakit TBC. Salah satunya adalah, hingga saat ini Diskes setempat masih menjalin kerjasama dengan pihak Rumah Sakit umum (RSU) dan kelinik-kelinik swasta, untuk ikut secara bersama-sama menekan seminimal mungkin berjangkitnya TBC.

Bentuk kerjasama yang telah digulirkan menurut Kepala Diskes Tanggamus Sukisno, M.Kes ketika dikonfirmasi Radar Lampung Senin (05/11) antara lain, pihak RSU maupun kelinik swasta harus menindak lanjuti jika menemukan pasien terkena penyakit TBC.

Adapun tindak lanjut yang dimaksud, kata Sukisno, RSU maupun klinik harus memberikan surat rujukan kepada pasien bersangkutan untuk menjalani pengobatan di Puskesmas terdekat. Selanjutnya Puskesmas mengklaim (meminta) obat bagi pasien yang dimaksud ke Dinas Kesehatan.

“Karena khusus pengobatan penderita TBC ini dilakukan secara gratis, artinya obat telah disediakan oleh Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan, dan warga yang terkena TBC tinggal mengambil obat tersebut dipuskesmas,” tuturnya.

Paket obat bagi penderita TBC, lanjutnya, harus dikonsumsi secara berkesinambungan setiap harinya, selama beberapa bulan dan tidak ada yang boleh tertinggal atau lupa dimakan, agar si penderita dapat benar–benar sembuh.

Selain harus mengonsumsi obat selama beberapa bulan, untuk mempercepat kesembuhan dan penyempurnaan kesembuhan, penderita TBC juga mesti memakan makanan tinggi kalori dan tinggi protein.

“Misalnya, telur, daging, susu, tempe, dan lainnya. Hal ini penting, agar sel–sel tumbuh pasien yang sebelumnya rusak karena digerogoti penyakit TBC dapat pulih dan sehat kembali,” terang Sukisno.

Sebagaimana diketahui, masih adanya penderita TBC di Tanggamus mengundang perhatian berbagai elemen masyarakat. Atas kondisi ini, mereka mengharapkan dinas kesehatan bersama instansi terkait, dapat terus mensosialisasikan cara penanggulangan dan pengobatan penyakit TBC kepada masyarakat.

Karena bukan mustahil warga yang tinggal di pedesaan, banyak yang belum begitu mengetahui ciri awal serangan TBC dan cara pengobatan yang baik dan benar. Untuk itu, langkah penanggulangan secara nyata dari instnasi terkait harus terus dilakukan, agar penderita penyakit TBC tidak terus bertambah. Atau paling tidak dapat ditekan seminimal mungkin. (ehl/sur)




  • Bagikan