Dispar Tinjau Tebing Vietnam, Ini Rekomendasinya

  • Bagikan
Sekretaris Dispar Bandarlampung memantau longsor di Tebing Vietnam. Foto: Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id
Sekretaris Dispar Bandarlampung memantau longsor di Tebing Vietnam. Foto: Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pasca longsor Tebing Vietnam di Kelurahan Sumber Agung, Kemiling, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bandarlampung melakukan peninjauan ke lokasi kejadian, pada Sabtu (8/1) siang. Hasilnya, ada beberapa masukan yang diberikan kepada pengelolah.

Kepala Dispar Bandarlampung M. Yudhi melalui Sekretaris Dirmansyah mengatakan, dari hasil tinjauan ke lokasi, pihaknya menyarankan safety untuk lebih ditingkatkan kedepan ditambah penghijauan untuk pengelolaan lingkungan hidup di lokasi.



Kemudian, pemilihan konstruksi dinding penyanggah tanah yang digunakan jangan kedap air, agar air dapat lolos dan tidak mengendap di dalam.

Dari hasil peninjauan, lokasi yang longsor tidaklah terlalu bahaya, sebab hanya sekitar dua meter begitu juga dengan tebingnya tidak tinggi.

Baca Juga:   BPBD Lambar Siaga, 18 Titik Bencana Sejak Awal Tahun

“Kita lihat juga pengelolah telah memberi pengaman di lokasi yang longsor, agar pengunjung tidak mendekat ke lokasi, juga saat ini sudah mulai di perbaiki,” ujarnya kepada Radarlampung.co.id.

Dispar, kata Dirmansyah, rutin melakukan pengawasan ke destinasi wisata yang ada di Kota Tapis Berseri, terutama terkait CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability).

Sehingga, pihaknya mendorong meski belum disertifikasi CSHE, setidaknya destinasi wisata sudah menerapkan norma-norma di dalam penilaian CHSE.

Diungkapkanya bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung telah membentuk desa wisata di Sumber Agung yang sudah di-SK-kan oleh wali kota. Sehingga, nanti akan dibuat satu kesatuan, di mana rumah-rumah penduduk dijadikan tempat penginapan.

Baca Juga:   Longsor di Waytenong, Jalan Kabupaten Putus

“Jadi nanti ada pemanfaatan bisa bermanfaat di masyarakat, sehingga ekonomi kreatifnya juga tumbuh,” ucapnya.

Di mana, pada 2022 di dalam Raperda tentang Rencana Induk Perkembangan Pariwisata Daerah, sudah disetujui tiga kawasan prioritas wisata, yaitu Batuputu dan sekitarnya, Agripark, dan Pulau Pasaran untuk 2022-2025.

“Di SK wali kota 2022 sudah bikin Treking Mangrove di Pulau Pasaran. Mudah-mudahan berkembang Pariwisata di Bandarlampung. Sehingga kita harapkan penduduk bisa menerima manfaat dari pengunjung periwisata yang datang,” tuturnya.

Baca Juga:   Longsor di Waytenong, Jalan Kabupaten Putus

Ia pun mencontohkan, bahwa dampak wisata bagi masyarakat sekitar sangat besar, sebab pekerja-pekerjanya banyak warga sekitar sehingga, tempat wisata dapat memberikan lapangan kerja bagi warga sekitarnya. “Contoh seperti di Tebing Vietnam ini, memperdayakan warga sekitar,” terangnya.

Sementara, S. Hendi Hasibuan dan Mick Teddi Hasibuan owner Tebing Vietnam menanggapi kunjungan pihak Dispar, siap untuk mengikuti masukan yang diberikan. “Intinya kita menjaga safety untuk kemanan bersama, yang longsor kemarin langsung kita perbaiki dan dipasangaman,” ujarnya. (pip/sur)






  • Bagikan